Pakai Tol Laut, Ini Modus Baru Pelaku Rokok Ilegal

Senin 11 November 2019 18:46 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 11 1 2128494 pakai-tol-laut-ini-modus-baru-pelaku-rokok-ilegal-FT0HdTHY6h.jpg Foto: Dok. Bea Cukai

SEMARANG – Kerja sama kembali dilakukan Bea Cukai Jawa Tengah dan DIY dengan Bea Cukai Tanjung Emas serta Bea Cukai Semarang kembali menyita rokok ilegal di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang pada Jumat 1 November 2019.

Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Tengah dan DIY, Parjiya menyatakan bahwa ia dan petugasnya akan berusaha untuk terus memerangi rokok ilegal.

“Operasi ini tidak akan berhenti sampai disini, Gubernur turut mendukung kami bahkan kami disupport dana hibah pajak rokok dan dibantu oleh aparat penegak hukum lainnya. Tidak ada keraguan bagi kami memerangi rokok ilegal yang merugikan negara dan masyarakat ini,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan, Gatot Sugeng Wibowo membeberkan kronologi penyergapannya.

“Masyarakat menginformasikan kepada kami bahwa akan ada kendaraan dari Jepara yang membawa rokok diduga ilegal tujuan Sumatera. Informasi kami analisis dan kembangkan. Setiap pergerakan terus dipantau petugas, hingga pada akhirnya Jumat pagi (1 November 2019) kami sergap satu kendaraan truk di area parkir Pelabuhan Tanjung Emas, Jalan Coaster Tanjung Emas, Kota Semarang, yang membawa rokok diduga ilegal,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, Gatot kemudian mengungkapkan modus yang digunakan pelaku dan jumlah rokok yang disita.

“Modus yang digunakan terbilang pintar, mereka menggunakan jalur baru yaitu melalui Tol Laut langsung dari Semarang ke Sumatera dengan alasan lebih murah. Mereka juga mengalihkan jalur distribusi dari darat ke laut dengan harapan lebih aman karena beranggapan petugas hanya melakukan operasi di darat. Untuk mengelabuhi petugas, rokok tersebut disembunyikan dalam truk yang mengangkut meubel. Setelah diperiksa, kedapatan 32 koli berisi rokok yang dilekati dengan ‘Jempel’ atau kertas yang difungsikan seolah-olah sebagai pita cukai. Atau bisa dibilang pita cukai palsu. Nilai barang secara total adalah Rp543.400.000, total rokok adalah 760 ribu batang, dan potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan sebesar Rp358.769.400,” pungkasnya.

Penindakan ini menambah daftar panjang hasil operasi ‘Gempur Rokok Ilegal’ oleh Bea Cukai di seluruh Indonesia dan diharapkan dapat mencapai target untuk menekan peredaran rokok ilegal hingga 3% pada tahun 2020. (adv) (Wil)

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini