Setelah 25 Tahun, Yordania Akhiri Perjanjian Sewa Wilayah dengan Israel

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 11 November 2019 11:59 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 11 18 2128261 setelah-25-tahun-yordania-akhiri-perjanjian-sewa-wilayah-dengan-israel-1J1QXf20mz.jpg Gerbang perbatasan Yordania-Israel ditutup pada Minggu. (Foto: AFP)

AMMAN – Raja Yordania telah mengumumkan diakhirinya perjanjian penyewaan tanah yang memberikan Israel akses ke dua daerah kantong di perbatasan kedua negara.

Di bawah perjanjian damai 1994, para petani Israel dapat mengolah tanah di daerah Naharayim dan Tzofar di Yordania - yang dikenal sebagai Baqura dan Ghamr dalam bahasa Arab. Perjanjian yang mengatur sewa mereka berlaku selama 25 tahun, tetapi bisa diperpanjang.

Namun Raja Abdullah mengumumkan tahun lalu bahwa ia berencana untuk mengakhiri perjanjian sewa tersebut, dalam apa yang dilihat sebagai tanda hubungan yang memburuk antara Yordania dan Israel.

Pada saat itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa ia masih berharap untuk menegosiasikan perpanjangan perjanjian tersebut. Tetapi pada Minggu, ketika masa sewa berakhir, pintu gerbang di perbatasan ditutup, dan AFP melaporkan bahwa warga Israel dilarang masuk.

Seorang petani Israel, Eli Arazi, mengatakan kepada Reuters bahwa komunitasnya telah menanam tanaman di sana selama 70 tahun, dan menggambarkan akhir masa sewa itu sebagai "pukulan di wajah".

Kedua daerah kantong Naharayim dan Tzofar, berada di perbatasan Israel-Yordania, dan telah dimiliki secara pribadi oleh kelompok-kelompok Israel selama beberapa dekade.

Israel dan Yordania secara resmi berperang dari 1948 hingga 1994, sampai perjanjian damai ditandatangani. Perjanjian itu penting, karena Yordania hanyalah satu dari dua negara Arab yang telah menandatangani perjanjian damai dengan Israel.

Peta Tzofar/Ghamr. (BBC)

Perjanjian tersebut mengakui bahwa Yordania memiliki kedaulatan atas kedua wilayah itu, tetapi Israel diizinkan untuk menyewa wilayah tersebut selama 25 tahun.

Di bawah ketentuan lampiran perjanjian damai, sewa akan diperpanjang secara otomatis kecuali salah satu pihak memberikan pemberitahuan setahun sebelum sewa berakhir, yang mengarah ke pembicaraan tentang masalah tersebut.

Diwartakan BBC, pada Minggu, saat membuka sesi parlemen, Raja Abdullah mengatakan bahwa sewa kedua daerah itu telah berakhir, dan mengumumkan "pengenaan kedaulatan penuh kami atas setiap inci tanah itu".

Keputusan untuk tidak memperpanjang sewa secara luas dipandang sebagai cerminan dari hubungan yang tegang antara Yordania dan Israel dalam beberapa tahun terakhir. Beberapa isu, termasuk masalah status Yerusalem dan kurangnya kemajuan dalam perjanjian damai antara Israel dan Palestina dianggap sebagai penyebab ketegangan tersebut.

Banyak warga Yordania berasal dari Palestina, dan jajak pendapat menunjukkan bahwa perjanjian damai dengan Israel tidak populer di mata publik.

Tahun lalu, 87 anggota parlemen Yordania menandatangani petisi yang mendesak diakhirinya perjanjian sewa.

Dalam beberapa bulan terakhir, ada juga ketegangan atas penahanan Israel atas dua orang Yordania, tanpa pengadilan, selama beberapa bulan. Yordania menarik duta besarnya dari Israel, dan keduanya akhirnya dibebaskan pada Rabu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini