Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Peristiwa 11 November: Diponegoro Lahir, Perundingan Linggarjati Dimulai, Yasser Arafat Meninggal

Fahreza Rizky , Jurnalis-Senin, 11 November 2019 |06:05 WIB
Peristiwa 11 November: Diponegoro Lahir, Perundingan Linggarjati Dimulai, Yasser Arafat Meninggal
Yasser Arafat (Reuters)
A
A
A

JAKARTA – Berbagai peristiwa penting dan bersejarah terjadi pada 11 November. Di antaranya Perundingan Linggarjati dan lahirnya Pangeran Diponegoro.

Berikut rangkumannya sebagaimana dikutip dari laman Wikipedia, Senin (11/11/2019).

Lahirnya Pangeran Diponegoro

Bendara Pangeran Harya Dipanegara alias Pangeran Diponegoro lahir di Ngayogyakarta Hadiningrat, Yogyakarta pada 11 November 1785. Pahlawan nasional itu memimpin perang Jawa pada 1825 hingga 1830 melawan pemerintah Hindia Belanda. Perang tersebut tercatat sebagai perang dengan korban paling besar dalam sejarah Indonesia.

Diponegoro meninggal di Makassar, Sulawesi Selatan pada 8 Januari 1855 dalam usia 69 tahun.Diponegoro

Makam Pangeran Diponegoro (Okezone)

Perundingan Linggarjati

Perundingan Indonesia dan Belanda di Linggarjati, Jawa Barat dimulai pada 11 November 1946, menghasilkan persetujuan mengenai status kemerdekaan Indonesia. Hasil Perundingan Linggarjati ditandatangani di Istana Merdeka, Jakarta pada 15 November 1946 dan diteken secara sah oleh kedua negara pada 25 Maret 1947.

Yasser Arafat Wafat

Muhammad Yassir Abdul Rahman Abdul Rauf Arafat al-Qudwa alias Yasser Arafat seorang negarawan Palestina. Ia meninggal dunia pada 11 November 2004 dalam usia 75 tahun. Yasser Arafat dikenal sebagai salah satu tokoh pejuang Palestina melawan kesewenangan Israel.

Yasser Arafat pernah menjadi Ketua Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Presiden Otoritas Nasional Palestina (PNA), pemimpin partai politik dan pendiri pasukan milisi Fatah.

Akademi Militer Diresmikan

Presiden Soekarno meresmikan pembukaan kembali Akademi Militer (Akmil) Nasional pada 11 November 1957 di Magelang, Jawa Timur, setelah sempat tutup.

Mulanya, pada 31 Oktober 1945, Kepala Staf Umum Tentara Keamanan Rakyat Letnan Jenderal Oerip Soemohardjo pernah mendirikan Militaire Academie Yogyakarta, cikal bakal Akmil. Namun, usai meluluskan dua angkatan, sekolah ini tutup.

Namun, saat itu di beberapa daerah berdiri Sekolah Perwira Darurat untuk memenuhi sumber daya Angkatan Bersenjata RI, hingga akhirnya muncul ide menghidupkan lagi Akmil.

(Salman Mardira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement