nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Catatan Pemadam Kebakaran Hutan Australia: Kami Utang Susu

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Selasa 12 November 2019 15:12 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 12 18 2128787 catatan-pemadam-kebakaran-hutan-australia-kami-utang-susu-SgXfXPHYEV.jpg Catatan yang ditulis pemadam kebakaran New South Wales. (Foto: Facebook Paul Sefky/BBC)

NEW SOUTH WALES - Seorang pria Australia membagikan sebuah catatan yang dibuat petugas pemadam kebakaran yang menyelamatkan rumahnya akibat kebakaran hutan. Petugas itu meminta maaf dan mengatakan bahwa dia berutang susu pada pemilik rumah.

Melansir BBC, Selasa (12/11/2019) Paul Sefky kembali ke rumahnya di New South Wales untuk menemukan catatan yang ditandatangani oleh Urunga Rural Fire Service (RFS).

"Sungguh menyenangkan menyelamatkan rumahmu ... P.S. - kami berutang padamu," katanya.

Australia mengalami krisis kebakaran hutan yang telah menewaskan tiga orang dan menghancurkan lebih dari 150 rumah.

Sefky kembali ke rumahnya pada akhir pekan. Ia kemudian menemukan catatan yang ditulis oleh petugas oleh RFS Urunga di bangku dapurnya.

Baca juga: Kebakaran Hutan di Australia Catat Rekor Terburuk

Baca juga: Protes Pemerintah Sembunyikan Kebenaran, Surat Kabar Australia Sensor Halaman Depan

Catatan itu juga terlampir permohonan maaf petugas pemadam tidak dapat menyelamatkan gudang milik Sefky.

Foto/Reuters

Meskipun demikian, Sefky mengatakan catatan itu adalah yang terbaik yang dia terima setelah pernikahannya.

Catatan itu dibagikan di media sosial dan telah dibagikan ribuan kali, yang pada akhirnya diketahui oleh petugas pemadam kebakaran yang menulis catatan itu.

"Aku senang mengetahui catatanku sampai padamu dalam keadaan utuh!" kata Kale Hardie-Porter berkomentar di Facebook, yang mengatakan dia adalah salah satu dari empat petugas pemadam kebakaran yang berada di lokasi rumah Sefky. "Kami berlindung di rumahmu dan saat itulah kami menemukan lemari es."

Hardie-Porter juga meminta maaf atas "tulisan tangannya yang berantakan."

"Adalah kesenangan kami untuk melakukan sedikit kebaikan dalam kondisi yang begitu mengerikan," katanya.

Meskipun rumah Sefky diselamatkan, dia mengatakan dalam sebuah komentar di Facebook bahwa rumah itu masih dalam kondisi tidak layak huni.

"Kami tidak memiliki kekuatan, tidak ada tiang, tidak ada air, semuanya kotor dan terlalu berasap," katanya.

Sekitar enam juta orang tinggal di New South Wales.

Pihak berwenang telah memperingatkan kondisi "ekstrem, parah dan bencana" di kawasan itu dengan suhu yang akan mencapai 37 derajat Celcius.

Mereka mengatakan kebakaran akan menyebar dengan cepat dan masyarakat untuk menjauh dari hutan, dan meninggalkan rumah mereka sebelum api semakin membesar. Lebih dari 600 sekolah ditutup di seluruh negara bagian akibat kebakaran.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini