nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Senator Bolivia, Jeanine Anez Deklarasikan Dirinya Sebagai Presiden

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 13 November 2019 10:48 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 13 18 2129193 senator-bolivia-jeanine-ez-deklarasikan-dirinya-sebagai-presiden-yck5dQ2zH3.jpg Jeanine Anez. (Foto: Reuters)

LA PAZ - Senator oposisi Bolivia Jeanine Áñez telah menyatakan dirinya sebagai presiden sementara negara Amerika Selatan itu setelah pengunduran diri Evo Morales. Namun, anggota parlemen dari partai Morales memboikot sesi perlemen tersebut, yang berarti tidak ada kuorum untuk penunjukan presiden interim itu.

Meski kuorim tidak tercapai, Áñez berada di urutan berikutnya dalam suksesi kepresidenan menurut undang-undang Bolivia. Dia berjanji akan menggelar pemilihan umum dalam waktu dekat.

BACA JUGA: Presiden Bolivia, Evo Morales Umumkan Pengunduran Dirinya

"Sebelum ketiadaan presiden dan wakil presiden ... sebagai presiden Ruang Senator, saya langsung mengambilalih kepresidenan seperti yang diramalkan dalam tatanan konstitusional," kata Áñez sebagaimana dilansir BBC, Rabu (13/11/2019). Deklarasi itu disambut tepuk tangan dari anggota parlemen oposisi.

Áñez mengambil kendali sementara atas Senat pada Selasa, menjadikannya sebagai calon presiden berikutnya. Mantan wakil pemimpin Senat itu mengambil posisi tersebut setelah serangkaian pengunduran diri.

Morales mengutuk deklarasi tersebut, menggambarkan Áñez sebagai "senator sayap kanan penghasut kudeta". Melalui Twitter, Morales menyebut apa yang terjadi sebagai "kudeta paling licik, paling jahat dalam sejarah".

Morales mengundurkan diri pada Minggu setelah demonstrasi yang berlangsung selama beberapa pekan, memprotes hasil pemilihan presiden yang disengketakan. Dia mengatakan dia telah dipaksa untuk mundur tetapi telah melakukannya dengan sukarela "sehingga tidak akan ada lagi pertumpahan darah".

BACA JUGA: Meksiko Tawarkan Suaka untuk Presiden Bolivia yang "Dikudeta", Evo Morales

Sang mantan presiden telah melarikan diri ke Meksiko, mengatakan dia meminta suaka di sana karena hidupnya dalam bahaya.

Setelah tiba di Mexico City pada Selasa, ia berterima kasih kepada Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador, yang ia yakini menyelamatkan hidupnya.

"Di saat saya memiliki kehidupan, saya akan tetap berada di dunia politik, pertarungan berlanjut. Semua orang di dunia memiliki hak untuk membebaskan diri dari diskriminasi dan penghinaan," katanya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini