APARAT Kepolisian yang berkantor di Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara, dikejutkan oleh suara ledakan pada Rabu 13 November 2019 pagi, sekira pukul 08.35 WIB. Suara keras itu berasal tepat di halaman apel Mapolrestabes Medan. Sebanyak satu orang tewas dan enam lainnya dengan rincian lima anggota Polri dan seorang warga sipil terluka akibat insiden ledakan itu.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengungkapkan, tim dari Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri langsung terjun langsung menyelidiki ledakan tersebut.
Peristiwa bermula pada pukul 08.20 WIB, di mana pelaku masuk dari pintu depan penjagaan berjalan kaki dan ditanya oleh petugas jaga atas nama Bripda Kristian Simanjuntak.
Selanjutnya, pelaku disuruh membuka jaket bertulisan aplikasi ojek online, dan pelaku saat itu mengaku hendak membuat Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Setelah dapat "lampu hijau" dari petugas piket untuk melintas, ia pun bergegas masuk ke halaman Mapolrestabes Medan.
Pelaku berjalan perlahan menuju depan kantor Bagian Operasional. Begitu sampai tepat di depan mobil dinas Kepala Bagian Operasional, ia pun meledakkan diri.
Pelaku rupanya memanfaatkan momen ramainya masyarakat yang hendak mengurus SKCK di Polrestabes Medan untuk kepentingan seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
Karopenmas Polri (Foto: Okezone/M Rizky)
"Yang kebetulan pada saat itu ada beberapa kegiatan kepolisian dan masyarakat yang akan buat SKCK, yang bersama-sama masuk, momen-momen seperti itu dimanfaatkan pelaku untuk menyusup," kata Dedi dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu 13 November 2019.
Dedi memastikan jika aparat kepolisian sudah melakukan penjagaan dan pemeriksaan ketat terhadap seluruh masyarakat yang hendak masuk ke markas polisi. Namun, kata dia, aksi pelaku lebih dulu terjadi. Bom yang dibawa tersangka, meledak "prematur" di area Mapolrestabes Medan.
Ilustrasi (Foto: Okezone/Arif)
"Jadi, hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh anggota kepolisian yang di sana semua sudah dilakukan pemeriksaan semuanya, termasuk barang-barang yang dibawa sudah dilakukan pengecekan semuanya. Kemudian sebelum dia melakukan (bom bunuh diri) mungkin sasaran ledakan di tempat lain sudah meledak di halaman parkir," tuturnya.
Di hari yang sama, Polri langsung merilis identitas pelaku aksi bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan. Pelaku diketahui bernama Rabbial Muslim Nasution (RMN), seorang pemuda yang masih berstatus pelajar atau mahasiswa.