Mantan Menteri Pertahanan (Menhan) ini berujar bahwa subyek dan kualitas pelaku teror kini semakin bertambah. Bila dahulu dilakukan oleh pelaku berusia tua atau dewasa, kini bisa dilakukan oleh anak muda. Kemudian pelakunya tidak hanya laki-laki, tetapi juga bisa melibatkan perempuan dan anak-anak.
"Teroris itu, saya kemarin bilang teroris sekarang kualitasnya dan subyeknya bertambah. Dulu orang tua-tua, dewasa. Sekarang ada perempuan, tiga kasus perempuan. Yang satu yang Sidoarjo, Sidoarjo kan meledakan diri dengan anaknya. Yang kedua yang nusuk Wiranto itu kan (isteri pelaku) perempuan," papar Mahfud.
"Yang di Sibolga itu yang ditangkap suaminya lalu dia mau ditangkap, meledakkan diri juga perempuan. Lalu ada anak-anak yang di Sidoarjo itu anak-anak, yang Pak Wiranto juga melibatkan anak-anak. Lalu sekarang anak muda. Pokoknya kita harus waspada," imbaunya.
Mahfud MD (Foto: Okezone/Arie Dwi Satrio)
Tanggapan DPR
Ledakan bom bunuh diri yang terjadi di area Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara pada Rabu pagi turut ditanggapi Ketua DPR RI, Puan Maharani. Ia menyatakan keprihatinannya atas serangan teror tersebut.
Menurut Puan, dalam melancarkan aksi terorisme, pelaku lebih banyak menjalankan secara individu dan tak lagi berkelompok. Atas dasar itulah, Puan mendorong pihak keamanan untuk melakukan antisipasi agar ke depannya tak terjadi kembali aksi teror melalui bom.
“Karenanya tentu saja ini kita harus sama-sama melakukan antisipasi bagaimana ke depannya ini tidak terjadi kembali, karena sudah berulang-ulang kali hal ini terjadi dan dilakukan untuk apa namanya, di tempat-tempat objek vital salah satunya kantor polisi,” tutur Puan.
Puan Maharani (Foto: Okezone/Harits)
“Ini kan (aksi bom bunuh diri-red) di Polrestabes Medan. Jadi, memang ada hal yang kemudian harus kita antisipasi bersama-sama. Ini tidak hanya tugas dari kepolisian saja, tapi juga seluruh elemen masyarakat bahwa ada hal yang memang harus kita antisipasi ke depannya untuk bangsa dan negara,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPR yang membidangi hukum, hak asasi dan keamanan, Herman Herry ikut mengecam aksi teror tersebut. “Tak ada sikap selain bahwa saya mengutuk keras terjadinya aksi bom bunuh diri ini,” tegas Herman.
Mapolrestabes Medan (Foto: iNews.id)
Dirinya mendorong, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk segera mengusut kejadian itu hingga tuntas. “Saya percaya bahwa Polri akan melakukan penegakan hukum secara profesional dalam rangka menjaga keamanan dan memberikan perlindungan kepada setiap warga negara,” tuturnya.
Herman pun meminta agar Polri dapat meningkatkan kewaspadaan agar tak ada lagi serangan seperti pagi tadi terulang kembali.
“Saya mendorong Polri untuk meningkatkan kewaspadaan di seluruh Indonesia demi memastikan kejadian seperti ini tak terulang lagi,” pungkasnya.
(Rizka Diputra)