Langkah Polri
Kepala Divisi Humas Humas Mabes Polri, Irjen Pol Muhammad Iqbal mengatakan bahwa sejauh ini pihaknya masih mendalami pelaku dan jenis bom yang diledakkan di Mapolrestabes Medan.
"Kita belum tahu rangkaian dari ledakan tersebut, apakah high explossive. Saat ini, tim sedang bekerja Inafis, laboratorium, forensik, semua gabungan sedang bekerja untuk melakukan pengolahan tempat kejadian perkara," ucap Iqbal saat ditemui wartawan di Sentul International Convention Center (SICC).
Menurutnya, aksi bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan terjadi usai apel pagi. Pelaku meledakkan diri tepat di depan kantor bagian operasi. "Pukul 08.00 WIB lewat, setelah pelaksanaan apel pagi di Polrestabes Medan, diduga pelaku berjalan di halaman apel tersebut, jeda beberapa saat di depan kantor bagian operasi Polrestabes Medan pelaku meledakkan diri," tuturnya.
Irjen Pol Muhammad Iqbal (Foto: Okezone)
Reaksi Pemerintah
Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Fadjroel Rachman meminta aparat kepolisian segera menciptakan rasa aman kepada warga, pasca-aksi teror bom bunuh diri di halaman dalam Mapolrestabes Medan. Pemerintah kata Fadjroel tidak akan memberi toleransi sedikitpun terhadap aksi terorisme.
"Para pelaku atau kelompok terorisme akan terus dikejar, ditangkap dan diadili oleh sistem hukum yang berlaku. Negara memiliki aparatur keamanan berkualitas secara pengorganisasian dan keterampilan yang selalu siap bekerja mengatasi aksi-aksi terorisme," ujar dia.
Fadjroel Rahman (Foto: Okezone)
Pemerintah lanjut dia, tak akan membiarkan aksi teror mengganggu keamanan, ketenangan dan produktivitas sosial ekonomi masyarakat. Siapapun individu yang menjadi rakyat Indonesia akan mendapatkan perlindungan keamanan sebaik mungkin dari negara.
"Presiden memerintahkan penanganan, baik pencegahan dan penanggulangan, kejahatan terorisme dengan mengaktifkan kerjasama aktif seluruh pihak baik pemerintah dan masyarakat. Kerjasama aktif tersebut akan mengalahkan terorisme demi Indonesia Maju," tandasnya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD membantah jika pemerintah kecolongan atas insiden bom bunuh diri ini. Sebab kata Mahfud, pemerintah sudah berupaya mencegah.
"Enggak lah (kecolongan), memang teroris itu selalu nyolong. Kalau istilah kecolongan nanti dipolitisir," ucap Mahfud di sela Rakornas pemerintah pusat dan Forkopimda 2019 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Rabu 13 November 2019.
Ia menyebut, pemerintah sudah mati-matian dalam berupaya pencegahan terhadap aksi teror sebelum jatuhnya korban. Ia pun mengklaim jika jumlah teror secara kuantitatif cenderung menurun.
Mahfud MD (Foto: Okezone/Arif Julianto)
"Kita sudah mati-matian (mencegah) agar tidak menunggu korban. Saya laporan kemarin dalam konferensi internasional di Australia, saya katakan dari sudut kuantitatif turun jumlah teror karena pencegahan sudah lebih baik,” tuturnya.
“Tapi kalau ada (teror) satu, dua sekali-sekali tidak bisa kita hindari. Tapi pencegahan itu berhasil menunjukan angka kuantitaifnya turun dibandingkan tahun 2017 dan 2018," tambah Mahfud.
Ia menyebut bahwa saat ini aparat kepolisian sedang berupaya mengungkap tabir peristiwa bom bunuh diri yang lagi-lagi menyasar polisi. Pengungkapan ini perlu didukung penuh guna membongkar jaringan pelaku.
"Tentu nanti akan diumumkan secara resmi oleh yang langsung di lapangan. Tetapi yang jelas kita menindak seperti itu kan langsung mencari jaringannya. Itu pintu masuk untuk membuka jaringan. Dan itu selalu tidak sulit untuk melakukan ini," tuturnya.