nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dua Diplomat Bersaksi Dalam Sidang Terbuka Penyelidikan Pemakzulan Donald Trump

Agregasi VOA, Jurnalis · Kamis 14 November 2019 13:12 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 14 18 2129719 dua-diplomat-bersaksi-dalam-sidang-terbuka-penyelidikan-pemakzulan-donald-trump-18U3DNVDAG.jpg George Kent dan William Taylor bersaksi dalam sidang penyelidikan pemakzulan Donadld Trump. (Foto/Reuters)

WASHINGTON — Dua diplomat Amerika Serikat mengatakan dalam sidang terbuka untuk memakzulkan Presiden Donald Trump, bahwa Presiden menciptakan “saluran yang tidak biasa” dengan menugaskan pengacara pribadinya Rudy Giuliani untuk memaksa Ukraina melakukan penyelidikan yang akan menguntungkan dirinya.

Kedua pejabat Departemen LN Amerika itu, William Taylor, diplomat tertinggi Amerika di Ukraina dan George Kent, pejabat Departemen LN urusan Ukraina, mengatakan, Giuliani bertindak atas nama Presiden Trump untuk urusan yang biasanya dilakukan oleh Departemen Luar Negeri AS.

Kata kedua diplomat itu, Giuliani mendesak Ukraina supaya mengadakan penyelidikan atas saingan utama Trump dalam pemilu tahun 2020, mantan wakil presiden Joe Biden, dan putranya Hunter yang bekerja untuk perusahaan gas alam Ukraina.

Baca juga: Mantan Dubes AS untuk PBB Sebut Dua Pejabat Gedung Putih Ingin Melemahkan Trump

Baca juga: Petani India Puja dan Sembah Trump Layaknya Dewa Hindu

Giuliani juga diminta oleh Trump untuk menyelidiki teori yang mengatakan hawa Ukraina-lah yang melakukan campur tangan dalam pemilu presiden tahun 2016, dan bukannya Rusia.

Foto/Reuters

Permintaan Trump itu dilakukan sambil ia menahan bantuan militer bagi Ukraina berjumlah USD391 juta (sekira Rp5,5 miliar), yang diperlukan negara itu untuk melawan kelompok separatis pro-Russia di bagian timur Ukraina.

Kata Duta Besar Taylor, “Tanpa bantuan Amerika itu, pastilah lebih banyak warga Ukraina yang akan mati.” 

Bagian penting penyelidikan pemakzulan itu berpusat pada percakapan telepon antara Presiden Trump dengan Presiden Ukraina Zelinsky bulan Juli lalu, dimana Trump minta bantuan Zelinsky untuk memulai penyelidikan atas Joe Biden dan putranya. 

Kata Duta Besar Taylor, ia belum pernah mengetahui adanya presiden Amerika yang minta bantuan pemerintah asing untuk melakukan penyelidikan politik guna kepentingannya sendiri. 

Presiden Trump di kantornya di Gedung Putih mengatakan pada wartawan dia tidak menyaksikan sidang dengar pendapat yang disiarkan langsung lewat televisi itu. 

“Saya terlalu sibuk. Itu adalah hoaks dan usaha mencari-cari kesalahan,” katanya.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini