Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jaga Stabilitas Komoditas Hortikultura, Kementan Masifkan Program Early Warning System

Jaga Stabilitas Komoditas Hortikultura, Kementan Masifkan Program <i>Early Warning System</i>
dok: Kementan RI
A
A
A

PURWAKARTA - Kelangkaan dan over produksi menjadi salah satu persoalan klasik di sektor pertanian. Tak terkecuali untuk komoditas hortikultura. Direktorat Jenderal Hortikuktura, Kementerian Pertanian saat ini sedang merancang 'Early Warning System (EWS), yaitu sebuah sistem alarm untuk menjaga stabilitas dan pasokan komoditas hortikultura di masyarakat.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Prihasto Setyanto mengatakan, EWS diharapkan menjadi guidance bagi para pemangku kepentingan, untuk memantau ketersediaan komoditas di pasaran. Anton-sapaannya- lantas menceritakan pengalaman di 2017. Saat itu, harga cabai pada awal tahun tersebut menyentuh angka Rp 250 ribu per kilogram.

"Bayangkan setara dua kilogram daging sapi," ujar Anton saat membuka acara seminar terkait budidaya bawang merah bertajuk ”Capacity Building and TSS Technology Adoption” di Pabrik PT East West Seed lndonesia (EWINDO), Desa Benteng, Kecamatan Cempaka, Purwakarta, Kamis (13/11/2019).

Seperti saat Agustus hingga September kemarin harga cabai sempat menembus level di atas Rp100 ribu. "Di sisi lain ketika bulan Maret dan April, harga anjlok di kisaran Rp 3.000 - Rp 5.000. Stok di pasar berlebih," jelas alumnus doktoral Universitas Putra Malaysia tersebut.

Anton mengungkapkan, melalui EWS nanti, kelangkaan, over produksi, hingga persoalan gejolak harga bisa diminimalisir. Sebab, nantinya tim EWS di tingkat pusat akan berkoordinasi dengan daerah mengkaji secara komprhensif, kebutuhan suatu daerah selama 4-5 bulan ke depan.

"Berapa kebutuhan produksinya, berapa luas lahan tanamnya, hingga kebutuhan bibit maupun lainnya," cetusnya.

Artinya dengan Early Warning System, daerah tahu prediksi kebutuhan masyarakatnya, terutama soal suply and demand-nya seperti apa.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement