Pertama, kata Glenn, biaya transportasi lebih murah karena berbentuk biji. Kedua, benih bisa lebih lama disimpan dalam storage (maksimal 2 tahun) selama tidak terkena sinar matahari. Sementara, dengan sistem konvensional, umbi hanya bisa disimpan antara 2-4 bulan.
Ketiga, lebih sedikit terserang penyakit karena benih tidak membawa bulb borne disease seperti virus dan jamur. Selain itu, pemakaian pupuk pun menjadi lebih efisien. Adapun EWINDO telah memperkenalkan TSS sejak tahun 2007 dan telah memiliki varietas-varietas benih bawang merah seperti LOKANANTA dan SANREN F1.
“Pengenalan cara baru budidaya bawang merah Ini merupakan sumbangsih kami dalam memacu pertumbuhan dan kemajuan bidang Agro lndustrl khususnya budidaya hortikultura di indonesia. Kami berharap dengan budidaya ini akan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan petanl bawang merah di lndonesia,” tutup Glenn.
SANREN F1 adalah varietas bawang merah yang ditemukan oleh peneliti indonesia dengan sifat unggul antara lain mampu berproduksi maksimal di musim kering dan penghujan. (cm)
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.