Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jaga Stabilitas Komoditas Hortikultura, Kementan Masifkan Program Early Warning System

Jaga Stabilitas Komoditas Hortikultura, Kementan Masifkan Program <i>Early Warning System</i>
dok: Kementan RI
A
A
A

Selain single data, salah satu wujud dari konstran adalah agriculture war room. Pusat kontrol untuk memantau dan mengkoordinasikan segala aktivitas pertanian. Mulai dari pusat hingga daerah. "Targetnya dalam 100 hari pertama ini terbentuk 500 Konstratan, dan dalam lima tahun ditargetkan menjadi 5.000 Konstratan se-Indonesia," jelas Anton.

TSS Untungkan Petani

Managing Director EWINDO, Glenn Pardede mengatakan, pihaknya terus mendorong teknik budidaya bawang merah TSS menggunakan benih atau biji. "Bukan bibit/umbi yang selama ini selalu mereka gunakan," ujar dia.

Glenn menjelaskan, Teknik TSS ini mampu menciptakan pertanian yang efektif bagi petani sehingga bisa menghemat biaya produksi dan peningkatan produktivitas. Dia memaparkan, perbedaan budidaya menggunakan TSS dan konvensiona| adalah jika menggunakan sistem konvensional, kebutuhan bibit mencapai 1,5 ton per ha senilai Rp 45 juta.

"Sedangkan jika menggunakan TSS hanya memerlukan 5 kg benih dengan biaya sekitar Rp 10 juta per hektare," ungkap dia.

Glenn memaparkan bahwa selain menekan biaya produksi, jika petani dapat menerapkan teknik budidaya bawang merah dari biji maka akan mengurangi ketergantungan terhadap pemakaian umbi bibit.

"Selama ini ketergantungan petani terhadap umbi bibit saja membuat Pemerintah terpaksa harus mengimpor bibit bawang sedikitnya 1.500 ton pada tahun 2016,” tambah Glenn Pardede. Selain itu, dengan menanam bawang merah dari biji petani akan mendapatkan tiga keuntungan.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement