Prajurit Pasukan Khusus Austria Tewas Digigit Anjing Militer

Rachmat Fahzry, Okezone · Jum'at 15 November 2019 18:37 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 15 18 2130372 prajurit-pasukan-khusus-austria-tewas-digigit-anjing-militer-bagYAeyo0i.jpg Ilustrasi Foto/Wikipedia Commons

WINA – Seorang anggota pasukan khusus Angkatan Bersenjata Austria tewas setelah diserang anjing militer.

Mengutip Sputnik, Jumat (15/11/2019) seorang sersan berusia 31 tahun tewas di barak lapangan udara kelompok elit angkatan bersenjata negara itu di Wiener Neustadt, Austria, Kronen Zeitung melaporkan.

Salah satu rekannya menemukan tubuh korban yang terkoyak dengan luka gigitan parah sekitar pukul 2 pagi di dekat kandang dua anjing.

Juru bicara militer Michael Bauer mengungkapkan, tragedi itu terjadi ketika mayoritas komando sedang melakukan latihan di Styria.

Baca juga: Inilah Anjing Pahlawan Dalam Perburuan Pemimpin ISIS Abu Bakr al Baghdadi

Seorang petugas jaga memperhatikan dua anjing, berlarian di sekitar pangkalan dan membangunkan pawang mereka, yang pergi untuk mengunci binatang-binatang itu. Dialah yang menemukan korban. Polisi segera dipanggil ke tempat kejadian.

Kantor Polisi Kriminal Negara telah mengambil alih penyelidikan dan mengumpulkan bukti, sementara penuntutan juga terlibat dalam penyelidikan.

Autopsi juga dilaporkan akan diatur. Angkatan bersenjata telah membentuk komisi kecelakaan, termasuk dokter hewan, dokter, dan pengacara. Apa yang sebenarnya terjadi belum ditentukan.

Prajurit itu konon pergi ke kandang sekitar pukul 4 malam, untuk memberi makan lima anjing di sana, karena gilirannya untuk merawat mereka malam itu.

Anjing pelayannya tetap tinggal di dalam kendaraan. Korban adalah seorang sersan senior dan telah bekerja sebagai pawang anjing sejak 2017. Dia dianggap sebagai "rekan yang sangat berpengalaman, bijaksana dan bijaksana", kata Bauer.

Kedua hewan yang dicurigai membunuh prajurit itu dilatih untuk melakukan serangan yang tidak berbahaya. Namun, menurut Bauer, ini adalah pertama kalinya anjing pelacak menyerang tentara.

"Tidak ada yang pernah terluka," katanya.

Menteri Pertahanan Austria Thomas Starlinger dan Presiden Austria sangat sedih dengan tragedi itu.

"Saya menyampaikan simpati terdalam saya kepada keluarga dan kerabat sersan kepala yang tewas serta rekan-rekannya di Angkatan Bersenjata Austria," ujar Presiden Alexander Van der Bellen menyatakan.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini