nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Deretan Pencabulan Anak dalam Seminggu, Pelaku Mayoritas Ayah Kandung

Avirista Midaada, Jurnalis · Minggu 17 November 2019 22:29 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 17 519 2130896 deretan-pencabulan-anak-dalam-seminggu-pelaku-mayoritas-ayah-kandung-OaQ4Sgc6OI.jpg ilustrasi

MALANG – Sejumlah kasus pencabulan di Jawa Timur dalam sepekan terakhir menyita perhatian publik. Selain karena para pelaku merupakan orang terdekat, korban juga kebanyakan masih di bawah umur.

Berikut kompilasi sejumlah kasus pencabulan dengan korban anak di bawah umur sepekan terakhir yang terjadi di Jawa Timur

1. Pencabulan Terhadap Oknum yang Mengaku Satpol PP

Berawal dari korban yang tengah berpacaran dengan kekasihnya di bawah Jembatan Penyebrangan Tol Dupak, anak di bawah umur berusia 16 tahun sebut saja bernama Bidadari menjadi korban pencabulan oleh seorang laki – laki yang mengaku sebagai bawahan Satpol PP berinisial TF (19).

Bidadari yang tengah asyik berduaan dengan kekasihnya pada 4 November 2019 pada malam hari sekitar pukul 23.00 WIB.

Ilustrasi

“Tersangka ini kemudian datang dan mengaku sebagai bawahan Satpol PP yang ditugaskan menjaga jembatan tol tersebut,” ujar Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestasbes Surabaya AKP Ruth Yeni.

Disanalah tersangka memanfaatkan situasi ini dengan meminta Bidadari melepaskan celana training yang dipakainya dan meraba bagian alat kelamin korban.

“Korban kemudian disuruh membuka celana training, dan tersangka memasukkan tangannya ke dalam celana korban dan memegang kemaluan korban dengan jari kanannya,” imbuhnya.

Akibat perbuatannya, pelaku terancam dengan Pasal 82 UU Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak.

2. Sebut Anak Tak Perawan Ayah asal Pasuruan Setubuhi Putrinya

Abdul Jalil (42) asal Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, hanya bisa pasrah diringkus polisi lantaran tega menyetubuhi putrinya sendiri berinisial SDL (14).

“Persetubuhan itu saya lakukan atas dasar suka, saya suka sama anak saya. Apalagi pas tau kalau dia (korban) sudah tidak perawan lagi. Saya jadi kepikiran untuk menyetubuhinya,” ujar Abdul Jalil, saat diamankan di Polres Malang.

Korban yang juga meminta izin menikah dengan kekasihnya pun memanfaatkannya dengan memberi syarat menikah dengan harus berhubungan intim dengan ayah korban.

Ilustrasi

“Tersangka sudah menyetubuhi korban sebanyak 9 kali. Dimana lima di antaranya dilakukan di penginapan yang ada di Tretes, dua kali di rumahnya saat istri tersangka tertidur, dan dua sisanya terjadi di sebuah losmen yang ada di wilayah Lawang, Kabupaten Malang,” ungkap Kasatreskrim Polres Malang AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo, saat rilis di Mapolres Malang, Kamis (14/11/2019).

Kini ayah yang juga residivis ini pun kembali harus meringkuk ke penjara dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

3. Ayah di Malang Gerayangi Organ Vitalnya saat Tidur

Munirul (36) ayah asal Gedangan, Kabupaten Malang, harus berurusan dengan Polres Malang lantaran ia tega mencabuli putri kandungnya berinisial AG (16).

Ironisnya perbuatan meraba – raba organ vital putrinya dilakukan selama dua tahun dan dilakukan di samping istrinya saat sedang tidur.

“Aksi pencabulan ini dilakukannya di samping istri korban yang merupakan ibu kandungnya. Kebetulan ruangan di rumahnya ini hanya satu di sana tersangka, istrinya, dan anaknya beraktivitas dan istirahat,” ujar Kasatreskrim Polres Malang AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo.

Korban tak berani memberontak lantaran tersangka kerap kali memarahi korban dan istrinya, bahkan tersangka sesuai pengakuan anak dan istrinya kerap menganiaya keduanya.

"Korban pasrah diperlakukan begitu lantaran tersangka dikenal sebagai sosok yang tempramental. Selain sering berbuat kasar kepada istrinya, korban juga pernah dimarahi hingga dianiaya oleh MN,” lanjutnya.

Kini akibat perbuatannya, Munirul harus mendekam di penjara dengan ancaman hukuman maksima 20 tahun penjara.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini