nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kakek Ini Nekat Edarkan Uang Palsu Puluhan Juta

Avirista Midaada, Jurnalis · Selasa 19 November 2019 03:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 18 519 2131508 kakek-ini-nekat-edarkan-uang-palsu-puluhan-juta-X7LSMFl95k.jpg Kakek Sarmin saat ditangkap (foto: Okezone.com/Avirista)

MALANG - Polisi berhasil mengungkap uang palsu dengan jumlah puluhan juta di Kota Kepanjen, Kabupaten Malang yang disimpan salah seorang kakek bernama Sarmin alias Minto (64) asal Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Kasatreskrim Polres Malang AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo mengatakan, pihaknya berhasil mengungkap uang palsu bernilai jutaan rupiah berkat adanya informasi dari masyarakat.

"Kami mendapat informasi ada peredaran uang palsu di Kepanjen tepatnya di sekitar SPBU Desa Sukoharjo. Kemudian kami lakukan penyelidikan selama tiga hari dan didapati tersangka ini," ujar Andaru Rahutomo, Senin (18/11/2019).

Andaru menambahkan, pelaku mendapatkan uang palsu dari seseorang di Bekasi, Jawa Barat dengan cara membeli seharga Rp5 juta.

 Uang Palsu

"Yang bersangkutan membeli uang palsu dari Bekasi senilai Rp 5 juta, kemudian menerima yang bersangkutan pergi ke bekasi menerima uang Rp 21 juta," imbuhnya.

Namun saat disita dan dihitung petugas kepolisian uang palsu yang ada berjumlah Rp 20.800.000 dengan terdiri dari pecahan Rp 100 ribu sebanyak 174 lembar dan sisanya pecahan Rp 50 ribu.

Meski terdapat selisih antara pengakuan pelaku dengan jumlah barang bukti yang disita kepolisian, Sarmin mengaku belum menggunakan uang palsu yang dimilikinya ini untuk transaksi jual beli.

"Kalau pengakuannya masih belum digunakan (transaksi). Tapi kami masih terus dalami untuk ini. Tersangka sendiri residivis pernah menyimpan uang palsu dan telah dihukum pada tahun 2012," lanjutnya.

Pihaknya menambahkan masih melakukan penyelidikan bilamana terdapat korban dari uang palsu milik pelaku. Namun ia berharap tak ada orang yang menjadi korban transaksi uang palsu ini.

"Kalau kami berharap jangan sampai ada yang jadi korban, entah mau menggunakan di SPBU atau tidak. Pokok jangan sampai ada. Karena kalau dilihat dari kasat mata bentuknya sudah jelas tidak susah membedakan mana yang asli dan palsu," jelas Andaru.

Kini akibat perbuatannya, Sarmin dijerat dengan pasal 36 ayat 2 juncto Pasal 26 ayat 2 nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang. "Yang bersangkutan diancam hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda maksimal Rp 10 miliar," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini