nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemerintah Xinjiang: Bocoran Dokumen Kamp Penahanan Uighur "Palsu"

Rahman Asmardika, Jurnalis · Selasa 19 November 2019 12:37 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 19 18 2131680 pemerintah-xinjiang-bocoran-dokumen-kamp-penahanan-uighur-palsu-L9GPpsSxV9.jpg Foto: Reuters.

BEIJING – Pemerintah wilayah XInjiang, China mengatakan bahwa laporan New York Times yang memuat 400 halaman dokumen internal yang bocor tentang penawanan Muslim Uighur adalah berita palsu yang "dibuat " dan dimunculkan oleh "pasukan asing yang bermusuhan".

Laporan Times termasuk serangkaian pidato oleh Presiden China Xi Jinping kepada pejabat Xinjiang pada 2014, serta arahan tertulis untuk para pejabat tentang cara berbicara dengan siswa yang anggota keluarganya telah ditahan.

BACA JUGA: Video Diduga Ratusan Tahanan Uighur yang Ditahan China Beredar di Media Sosial

Dokumen-dokumen itu juga menunjukkan bahwa kamp-kamp penahanan di Xinjiang diperluas dengan cepat pada 2016, ketika Chen Quanguo ditunjuk sebagai ketua Partai Komunis di wilayah tersebut. Beijing tidak pernah memberikan angka resmi mengenai jumlah orang yang ditahan di sana.

Dalam sebuah pernyataan yang dilansir Reuters, pada Senin, pemerintah Xinjiang menggambarkan laporan New York Times sebagai "berita palsu" bahwa "sepenuhnya merupakan kolusi dan pemalsuan dari pasukan musuh domestik dan asing". Namun, tidak dijelaskan mengenai bagian mana dari laporan tersebut yang telah dipalsukan.

Sebelumnya pada hari yang sama, Kementerian Luar Negeri China tidak menyangkal keaslian dokumen yang diperoleh Times, tetapi mengatakan program tersebut telah berhasil dan "pengalaman itu bisa dipinjam di negara lain".

BACA JUGA: Peneliti Perkirakan 1,5 Juta Muslim Uighur Ditahan di Kamp-Kamp Detensi di Xinjiang

Para pakar dan kelompok hak asasi manusia PBB memperkirakan lebih dari satu juta warga Uighur dan anggota kelompok etnis lainnya telah ditahan di kamp-kamp di Xinjiang dalam kampanye luas yang telah memicu reaksi internasional.

Beijing membantah telah melakukan penganiayaan terhadap Muslim Uighur dan mengatakan mereka memberikan pelatihan kejuruan untuk membasmi 'ekstremisme'.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini