Lebih lanjut, Kasandra mengungkapkan pelaku penyiraman air keras melakukan aksinya dalam keadaan sadar. Dengan kata lain, tersangka tidak dalam keadaan tak waras atau gila.
"Yang jelas yang bersangkutan sadar, dan masih mampu menyadari perbuatanya," ungkapnya.
Baca Juga : Motif Pelaku Siram Air Keras ke Siswi karena Kurang Perhatian Kakaknya
Kendati demikian, dikarenakan pelaku sudah mengalami kecanduan dari hal-hal yang telah disebutkan, pelaku mengalami penurunan kapasitas mental. "Di mana dia suka lupa, kemudian tidak mau pikir panjang, berusaha untuk menyelesaikan persoalan-persoalannya dengan cara yang sederhana yang dia tidak pikirkan dampaknya, dan lain-lain," papar Kasandra.
Diberitakan sebelumnya, FY menyerang dua siswi SMP dengan menggunakan air keras. Aksi penyiraman air keras itu terjadi saat kedua korban pulang sekolah, Selasa, 5 November 2019.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.