Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jangan Bikin Gaduh Lagi, Sukmawati!

Khafid Mardiyansyah , Jurnalis-Rabu, 20 November 2019 |07:12 WIB
Jangan <i>Bikin</i> Gaduh Lagi, Sukmawati!
Sukmawati Soekarnoputri (Foto: Okezone)
A
A
A

Tuai Kecaman Banyak Pihak

Ketua Bantuan Hukum Front Pembela Islam (FPI), Sugito Atmo Prawiro mengatakan pernyataan Sukmawati dalam perihal membandingkan Soekarno, dan Nabi Muhammad sangat tidak pantas, apalagi dilontarkan seorang tokoh trah Soekarno.

"Bukan pada tempatnya untuk dibandingkan, Nabi Muhammad kan panutan seluruh umat Islam di seluruh dunia, kalau Soekarno kan proklamator dan pendiri bangsa untuk Indonesia," kata Sugito kepada Okezone.

Sementara itu, Sekertaris Jenderal (Sekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mengatakan, seharusnya sebagai salah satu putri Presiden Soekarno, Sukmawati Soekarnoputri menghormati sosok Rasulullah Nabi Muhammad SAW dan Kitab Suci Alquran.

Ilustrasi

"Nabi muhammad adalah tokoh panutan umat Islam. Oleh karena itu umat Islam sangat menghormatinya," kata Anwar kepada Okezone.

Selain itu, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faishal Zaini menilai pernyataan Sukmawati yang membandingkan Nabi Muhammad dengan Soekarno adalah tidak tepat.

"Pernyataan Sukmawati dalam forum tersebut sangat tidak tepat dan keliru besar," kata Helmy dalam keterangan pers tertulisnya.

PBNU

Dia berpendapat, pernyataan putri proklamator RI itu tidak kontekstual dan tidak ada manfaatnya sama sekali. Justru, kata Helmy, pernyataan itu hanya akan menimbulkan kesalahpahaman dan ketersinggungan di kalangan umat.

"Terlebih Bung Karno adalah sosok yang sangat mengagumi kepemimpinan Nabi Muhammad SAW. Kepemimpinan Nabi Muhammad SAW justru menjadi inspirasi besar lahirnya kemerdekaan Indonesia. Karena Nabi mengajarkan Islam sebagai agama pembebasan, dari belenggu kelaparan dan kemiskinan," terangnya.

Di lain pihak, Politikus PDI Perjuangan Hendrawan mengatakan pihaknya ingin perkara itu tidak perlu diperpanjang, karena ia percaya kalau Sukmawati tidak bermaksud untuk menistakan agama.

"Tidak perlu diperpanjang karena memang niatannya bukan untuk meremehkan atau menistakan," ucap Hendrawan kepada Okezone.

Lebih lanjut, Hendrawan pun menyebut bahwa nilai-nilai kebangsaan dan juga nilai-nilai religiositas bersinergi dalam perjuangan bangsa untuk meraih kemerdekaan.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement