nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ojol Bawa Lari Jenazah Bayi, RS Padang Bantah karena Nunggak Rp24 Juta

Rus Akbar, Jurnalis · Rabu 20 November 2019 13:32 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 20 340 2132186 ojol-bawa-lari-jenazah-bayi-rs-padang-bantah-karena-nunggak-rp24-juta-QwYIr7LIJL.jpg (Foto: Istimewa)

PADANG - Driver ojek online (ojol) membawa lari jenazah bayi 6 bulan, Ramadhan Khalif Putra, ke rumah duka. Aksi itu dipicu kabar jenazah bayi ditahan pihak Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. M Djamil Padang, Sumatera Barat karena berhutang biaya perawatan Rp24 juta.

Pejabat pemberi Informasi RSUP Dr. M Djamil, Gustafianof membantah soal adanya penahanan jenazah. Namun, sebelum membawa jenazah, pihak keluarga harus terlebih dulu menyelesaikan surat admintasinya.

“Administrasi di sini bukan permasalahan uang Rp24 juta yang terutang tersebut, namun lebih kepada pengurusan surat menyuratnya," ujarnya, Rabu (20/11/2019)

Gustafianof menambahkan, terkait pemulangan paksa jenazah oleh rombongan driver ojol, pihaknya sudah melakukan upaya pencegahan, namun aksi massa itu tak terbendung. "Mereka ramai datang ke sini membawa paksa jenazah. Ada satu petugas jaga untuk melarangnya karena tidak sesuai standar operasional rumah sakit, namun tetap saja mereka bawa,” kata dia.

Foto: Istimewa

Padahal kata Gustafianof, pihaknya memiliki mobil ambulans yang bisa dipakai mengantar jenazah. “Tapi kok dibawa dengan motor dan ditutupi lagi dengan jaket driver, tidak pantas menurut saya," ucapnya.

Soal biaya perawatan dan pengobatan Rp24 juta tersebut, pihak rumah sakit tidak mempermasalahkan. "Ini karena kesalahpahaman pihak keluarga saja. Kami minta bukan uang, namun masalah kelengkapan surat-surat administrasi pemulangan jenazah," sebutnya.

Dia menambahkan, kalau keluarga pasien masih terhutang, pihaknya hanya meminta KTP sebagai jaminan. "Kalau pun keluarga masih tidak sanggup bayar, tinggal minta surat tidak mampu dari kelurahan, biar ditanggung pemerintah," sebutnya.

Soal penunggakan ini dulu pernah juga terjadi, pernah ada pasien terhutang mencapai Rp75 juta. “Saat itu rumah sakit nya meminta jaminan KTP saja dan tidak ada penahanan jenazah,” ujarnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini