nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Disandera Abu Sayyaf, Tiga Nelayan WNI Minta Bantuan Presiden Agar Dibebaskan

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 21 November 2019 13:04 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 21 18 2132647 disandera-abu-sayyaf-tiga-nelayan-wni-minta-bantuan-presiden-agar-dibebaskan-pCrfUTzrUe.jpg Foto: The Star.

KOTA KINABALU – Kelompok bersenjata Abu Sayyaf merilis sebuah video yang menampilkan tiga nelayan Indonesia yang diculik di perairan Lahad Datu, Sabah pada September dan menuntut tebusan sebesar 80 juta peso atau setara lebih dari Rp8 miliar untuk pembebasan mereka. Video berdurasi 43 detik itu diunggah di Facebook pada Sabtu pekan lalu.

Ketiga nelayan WNI itu diidentifikasi sebagai Maharudin Lunani, 48 tahun, putranya Muhammad Farhan, 27 tahun, dan anggota kru kapal Samiun Maneu, 27 tahun. Ketiga nelayan yang bekerja di Malaysia itu diculik oleh orang-orang bersenjata dari kapal pukat nelayan yang terdaftar di Sandakan di perairan Tambisan.

BACA JUGA: 3 Nelayan Indonesia Diculik di Malaysia

"Kami ditangkap oleh Kelompok Abu Sayyaf pada 24 September2019," kata Samiun dalam Bahasa Indonesia dalam klip video yang dilansir The Star, Kamis (21/11/2019).

Mereka memohon kepada dua majikan mereka untuk membebaskan mereka.

“Kami meminta Presiden Indonesia untuk membantu membebaskan kami. ASG (kelompok Abu Sayyaf) menuntut 30 juta peso sebagai tebusan,” katanya.

BACA JUGA: Penculik Tiga Nelayan Indonesia Minta Tebusan ke Pihak Keluarga

Dilaporkan juga bahwa seorang anggota keluarga dari salah satu korban sebelumnya telah menerima permintaan tebusan serupa dalam bentuk video. Komisi Kepolisian Sabah, Datuk Omar Mammah mengatakan bahwa menurut rekan-rekan mereka di Filipina, para penculik juga telah membuat permintaan semacam itu beberapa hari setelah mereka menculik para nelayan. Namun, dia tidak bersedia mengungkap jumlah tuntutan tebusan itu.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini