JAKARTA - Mantan terpidana kasus penodaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dikabarkan akan ditarik menjadi pimpinan salah satu perusahaan BUMN. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ingin agar rencana penempatan Ahok tersebut tidak gambling.
Sekjen PKS Mustafa Kamal mengatakan pemerintah perlu bersikap bijaksana dan proporsional sebelum mendudukan seseorang menjadi pimpinan perusahaan plat merah.
"Harus bijaksana untuk melihat dan mendudukannya secara proporsional. Karena BUMN, apalagi yang mengelola aset besar, dan menentukan keuangan negara kita, itu jangan gambling," kata Mustafa di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (21/11/2019).
Baca juga: Perindo: Ahok Tidak Perlu Keluar dari PDIP Tapi Cuti
Mustafa menyarankan agar posisi pimpinan perusahaan BUMN, diisi oleh figur yang memiliki kepercayaan publik dan tidak kontroversial. Ia tidak ingin kinerja perusahaan tersebut nantinya terganggu.