Selain itu, Halili turut menerangkan bahwa SETARA melalukan riset terkait pelanggaran kebebasan bergama sejak tahun 2007. Dimana melakukan metodologis kombinasi mix antara kuantitatif dan kualitatif.
"Kuantitatifnya kami melakukan kasus 1, 2, 3, 4, 5 dan identifikasi. Tapi kami juga lakukan kualitatif dengan cara monitoring," beber Halili.
Baca Juga : Riset Setara: Pelanggaran Kebebasan Beragama Paling Banyak Terjadi di Pulau Jawa
Diketahui sebelumnya SETARA Institute memaparkan hasil riset longitudinal terkait pelanggaran kebebasan beragama atau berkeyakinan di 34 provinsi di Indonesia. Hasilnya, dalam 12 tahun terakhir pelanggaran paling banyak ditemukan di provinsi yang ada di Pulau Jawa; DKI Jakarta hingga Jawa Timur.
Jawa Barat berada di peringkat pertama provinsi dengan pelanggaran kebebebasan beragama terbanyak dalam 12 tahun terakhir versi riset Setara Institute.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.