nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tiga Jasad Awak Kapal Nelayan yang Disambar Petir Akhirnya Ditemukan

Robert Fernando H Siregar, Jurnalis · Minggu 24 November 2019 04:29 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 24 608 2133710 tiga-jasad-awak-kapal-nelayan-yang-disambar-petir-akhirnya-ditemukan-gC9zeRjjnG.jpg Jasad awak kapal yang tenggelam akhirnya ditemukan (Foto: Okezone/Robert)

NIAS SELATAN - Tim SAR gabungan Sabtu 23 November 2019, berhasil menemukan tiga jasad awak Kapal KM Restu Bundo GT 5 yang tersambar petir di perairan Desa Labuhan Hiu, Kecamatan Pulau Batu Timur, Kabupaten Nias Selatan, Provinsi Sumatera Utara.

Komandan POS SAR Nias, Sukroadi Sastrawijaya menerangkan, kapal nelayan KM Restu Bundo GT 5 asal Kotamadya Sibolga dengan 7 orang didalam kapal, hilang di perairan bagian Timur Pulau Pini, Selasa malam 19 November 2019, setelah kapal disambar petir. Kapal berangkat dari Kotamadya Sibolga, Minggu 17 November 2019 untuk mencari ikan di Pulau Pini.

Sukroadi Sastrawan menjelaskan, 2 orang awak kapal selamat, Yanto (40) dan Jusran Hutahuruk (36). 1 orang ditemukan oleh nelayan dengan kondisi tidak bernyawa, yakni Ama Eno Zebua (35) dan dievakuasi oleh tim SAR gabungan Jumat 22 November 2019, Pukul 11.30 WIB.

Tim SAR gabungan, kata Sukroadi Sastrawan, Jumat 22 November 2019, melakukan pencarian terhadap 4 awak kapal yang hilang, yaitu Hutabarat (50), Meti (40), Dar (40) dan Suparman (40) atau seluruhnya warga Kotamadya Sibolga.

Baca Juga: Kapal Nelayan Disambar Petir 1 Orang Tewas, 4 Hilang

"Sabtu 23 November 2019, Pukul 15.00 WIB, tim SAR gabungan berhasil menemukan dan 3 jasad korban di perairan Labuhan Hiu, Kecamatan Pulau Batu Timur. Ke-3 jasad yang ditemukan, Meti (40), Dar (40) dan Suparman (40)," terang Sukroadi Sastrawan kepada Okezone, Sabtu malam (23/11/2019).

Kemudian ke-3 jasad korban, ungkap Sukroadi Sastrawan, langsung di evakuasi ke KAL I-2-04/MANSALAR menuju pelabuhan Sambas Kotamadya Sibolga bersama dengan ke-2 korban yang selamat, Yanto dan Jusran Hutauruk. Sedangkan jasad korban Ama Eno Zebua, sudah lebih dulu dievakuasi ke Kotamadya Sibolga Sabtu pagi.

"Hingga sampai dengan saat ini, tinggal 1 korban hilang yang belum ditemukan, yakni Hutabarat (50). Operasi pencarian Sabtu sore ditutup dan besok Minggu 24 November 2019," pungkas Sukroadi Sastrawan.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini