Bahkan, lanjut dia, kini gerakan antipasar bebas mengemuka dan pendekatan proteksionisme pun semakin mendominasi.
"Kolaborasi dan paradigma win-win yang selama beberapa dekade menjadi basis bagi kerja sama ekonomi dunia mulai tergerus dengan pendekatan transaksional dan zero-sum-game yang semakin marak," ucap Jokowi.
Baca juga: Jokowi Sebut Desa Budaya Gamcheon Bisa Jadi Inspirasi

Ia menilai jika hal ini dibiarkan maka terjadi resesi ekonomi dunia akibat disfungsi sistem ekonomi dan keuangan global serta ketidakpercayaan terhadap institusi ekonomi dunia tahun 1930-an diperkirakan dapat terulang.
"Ini yang harus kita hindari bersama. Kalau ini terjadi, semua akan rugi," paparnya.
Kerugian tidak hanya akan dialami oleh negara maju, emerging economies, terlebih negara berkembang, tapi juga dunia usaha juga akan mengalami kerugian yang besar.
"Menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mengatakan tidak bagi resesi ekonomi global," ujar Jokowi.
Baca juga: Jokowi ke Peneliti Muda Indonesia di Korsel: Bangun Tanah Air

Sebelum berbicara di forum tersebut, Jokowi terlebih dahulu meninjau pameran inovasi pelayanan publik dan smart cities di BEXCO.
Turut hadir mendampingi Presiden Jokowi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.
Kemudian ada Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, serta Duta Besar RI untuk Korea Selatan Umar Hadi.
(Hantoro)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.