nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

8 Fakta Penggerebekan WN China di Malang Terkait Penipuan Jaringan Internasional

Avirista Midaada, Jurnalis · Selasa 26 November 2019 12:37 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 26 519 2134555 8-fakta-penggerebekan-wn-china-di-malang-terkait-penipuan-jaringan-internasional-RfHsBxkiTX.JPG Rumah yang jadi target penggeledahan dalam kasus penipuan yang melibatkan WN China (Foto: Okezone.com/Avirista Midaada)

MALANG - Penggerebekan delapan rumah di Kota Malang, Jawa Timur sejak Senin siang hingga Selasa (26/11/2019) dini hari yang ditempati warga negara asing (WNA) memunculkan sejumlah fakta. Diduga kuat penggerebekan ini terkait penipuan jaringan internasional yang didalangi warga negara asal China.

Berikut fakta-fakta kasus tersebut sebagaimana dirangkum Okezone:

1. Rumah Kontrakan Mewah di Perumahan Elite

Sejumlah delapan rumah mewah di kawasan perumahan elite menjadi sarang para pelaku penipuan jaringan internasional asal China ini. Para pelaku sudah mengontrak di rumah tersebut sekitar satu tahun terakhir.

Di Perumahan Puncak Dieng Eksklusif misalnya ada dua rumah yang disinyalir sengaja dikontrak para pelaku yakni di Blok A1 dan Blok CC 12 A. Sedangkan lainnya di Perumahan Istana Dieng dan perumahan di kawasan Tidar juga berada di kawasan perumahan elite.

2. Pelaku Warga Negara China

Dari delapan lokasi di Kota Malang, polisi berhasil menangkap 6 orang warga negara asal China dan seorang WNI yang juga diduga terkait penipuan ini.

"Ada 7 orang yang diamankan, 6 orang asal China dan 1 orang Warga Negara Indonesia," ujar Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP Komang Yogi Arya Wiguna.

3. Penggerebekan Terkait Penipuan

Penggerebekan dan penggeledahan sejumlah lokasi di Malang ini diduga kuat terkait dengan pengembangan dari kasus tindak pidana penipuan yang dilakukan para pelaku.

Rumah Digerebek

4. Pelaku Memalsukan Dokumen Domisili

Para pelaku sudah mengontrak di sejumlah lokasi perumahan di Kota Malang selama setahun terakhir. Dari penuturan Ketua RW setempat, pelaku menggunakan identitas dokumen palsu saat mengurus izin tinggal di daerah tersebut.

"Ada banyak orang di sana, berbeda-beda orangnya. Mereka menyetorkan dokumen tinggal palsu tapi tidak menemui saya. Saya juga tidak tahu siapa yang menempati," ungkap Ketua RW 7 Perumahan Puncak Dieng Eksklusif Budi ditemui Okezone, Senin tengah malam.

5. Pengembangan Kasus Penipuan dari Polda Metro Jaya

Penggerebekan delapan rumah yang dikontrak warga negara asal China terkait pengembangan kasus sebelumnya yang ditangani Polda Metro Jaya. "Memang ini pengembangan dari kasus di Polda Metro Jaya. Kami dari Polres Malang Kota hanya melakukan back-up pengamanan," ucap Kapolres Malang Kota, AKBP Dony Alexander.

6. Rumah Pernah Dikontrak Cristian Gonzales

Salah satu rumah di kawasan Perumahan Puncak Dieng Eksklusif Blok A1 yang ditempat para pelaku penipuan asal China ini sebelumnya pernah ditempati mantan penyerang Arema dan Persik Kediri, Cristian Gonzales. Namun, pemain asal Uruguay yang telah beralih status menjadi WNI itu sudah lama pindah.

"Ya, itu memang rumah yang dulu dikontrak (Cristian) Gonzales. Tapi sudah lama pindah," ucap Ketua RW 7, Perumahan Puncak Dieng, Budi.

7. Panjat hingga Merusak Gembok Pagar

Upaya kepolisian dalam menggeledah rumah kontrakan di Perumahan Puncak Dieng Eksklusif Blok A1 yang terkait penipuan warga negara China sempat mendapat hambatan. Pintu pagar yang terkunci dan tembok pagar yang tinggi membuat polisi sempat kesulitan merangsek masuk.

Bahkan petugas sampai harus meminjam tangga dari rumah sebelah untuk memanjat tembok pagar setinggi 2,5 meter. Tak hanya itu, untuk memasuki rumah petugas juga harus merusak gembok pintu pagar.

8. Melibatkan Polisi China dan Aparat Gabungan

Setidaknya belasan polisi asal China juga dilibatkan dalam penggerebekan dan penggeledahan di sejumlah rumah kontrakan mewah di Kota Malang.

"Iya memang dilibatkan (polisi dari China). Ada satu tim mereka," terang Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP Komang Yogi Arya Wiguna.

Selain itu, pengembangan kasus dari Polda Metro Jaya juga membuat aparat kepolisian baik dari Bareskrim Mabes Polri, Polda Metro Jaya, Polda Jawa Timur, dan Polres Malang Kota bersinergi melakukan penggerebekan tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini