nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Demonstran Anti-Islam di Norwegia Bakar Alquran

Rachmat Fahzry, Okezone · Rabu 27 November 2019 16:17 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 27 18 2135098 demonstran-anti-islam-di-norwegia-bakar-alquran-j6C2VGPN08.jpg Momen Lars Thorsen pemimpin Stop Islamisation of Norway (SINA) membakar Alquran. Foto/Twitter

KRITIANSAND - Seorang demonstran Anti-Islam membakar Alquran meski telah diperintahkan polisi untuk tidak membakar kitab suci Muslim tersebut.

Lars Thorsen, pemimpin kelompok Stop Islamisation of Norway (SIAN) yang menggelar demonstrasi di kota Kritiansand, Norwegia membakar alquran pada Sabtu 23 November 2019.

Kelompok SIAN telah menyatakan niatnya untuk merusak Alquran kepada pihak berwenang sebelum melakukan demo. Dua salinan Alquran dilemparkan ke tempat sampah selama demo, sementara Thorsen membakar Alquran yang lain.

Perkelahian terjadi setelah Lars Thorsen, mencoba membakar salinan kitab suci itu meskipun ada peringatan dari petugas kepolisian setempat.

Baca juga: Penembak Jamaah Masjid di Norwegia Mengaku Tidak Bersalah

Baca juga: Pria Bersenjata Tembaki Jamaah Masjid di Norwegia, Polisi Selidiki Kemungkinan "Aksi Terorisme"

Video seorang pria muda Muslim masuk ke lingkaran barikade untuk mengentikan aksi thorsen saat membkar Alquran viral di media sosial.

Terlihat pria itu mencoba menghentikan Thorsen yang telah membakar Alquran. Banyak netizen memuji pemuda itu sebagai pahlawan karena membela Alquran.

Pria yang menghentikan Thorsen saat membakar Alquran diidentifikasi bernama Ilyas, tetapi identitas pastinya tidak dapat dipastikan, menurut Geo News.

Netizens turun ke media sosial untuk memuji Ilyas dan juga meningkatkan kekhawatiran atas munculnya Islamofobia di Eropa dan di seluruh dunia.

Polisi menegaskan SIAN tidak mendapat izin untuk membakar Alquran, sehingga petugas polisi melakukan intervensi untuk menghentikan tindakan yang keterlaluan tersebut.

“Tindakan semacam itu kontroversial. Ada keterlibatan yang kuat. Dan itulah mengapa kami tidak mengizinkan pembakaran secara terbuka," kata Kepala Polisi Agder, Morten Sjustol, kepada ABC Nyheter.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini