Pelaku Penikaman yang Memicu Bentrok Antar-Pemuda di Sultra Ditangkap

Asdar Zuula, iNews.id · Kamis 28 November 2019 17:48 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 28 340 2135626 pelaku-penikaman-yang-memicu-bentrok-antar-pemuda-di-sultra-ditangkap-Vu5sujIFTh.jpg Bentrok Antar-Pemuda di Buton Tengah, Sulawesi Tenggara, 1 Orang Dilaporkan Tewas dan 25 Rumah Terbakar (foto: iNews/Asdar Zuula)

KENDARI - Pelaku penikaman yang memicu terjadinya bentrokan antar kelompok pemuda Desa Tolandona, Kecamatan Sangiawambulu dengan Desa Wadiabero, Kecatamat Gu, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara (Sultra), telah ditangkap polisi.

Menurut Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Harry Goldenhardt, pelaku atas nama Imran Bin La Mbati (19) diamankan di Desa Wadiabero, Kamis (28/11/2019).

Baca Juga: Bentrok Antar-Pemuda di Sultra, 1 Orang Tewas dan 25 Rumah Hangus Dibakar 

Bentrok Antar-Pemuda di Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Sulawesi Tenggara (foto: iNews/Asdar Zuula)	Bentrok Antar-Pemuda di Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Sulawesi Tenggara (foto: iNews/Asdar Zuula)

"Motif tersangka beberapa waktu sebelumnya dalam acara joged ada kesalah pahaman antara tersangka dan korban, dan antara tersangka dan korban bertemu kembali tadi malam sehingga terhadi penganiayaan yang mengakibatkan meninggalnya korban," ungkap Harry.

Sementara pelaku pembakaran puluhan rumah di Desa Wadiabero, Kecamatan Gu, masih dalam pengejaran polisi. Kapolda Sultra, Brigjen Pol Merdisyam, menggelar pertemuan bersama Pemerintah Kabupaten Buton Tengah, Tokoh Masyarakat Desa Tolandona dan Wadiabero, untuk mencegah bentrok susulan. Kapolda Sultra, juga mengunjungi rumah korban tewas akibat penikaman, di Desa Tolandona.

Pelaku Penusukan yang Jadi Pemicu Bentrok Antar-Pemuda di Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Sulawesi Tenggara, Ditangkap Polisi (foto: Humas Polda Sultra)Pelaku Penusukan yang Jadi Pemicu Bentrok Antar-Pemuda di Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Sulawesi Tenggara, Ditangkap Polisi (foto: Humas Polda Sultra) 

"Tadi pihak keluarga khususnya orang tua (korban) menyampaikan ikhlas menerima dan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum, dan berharap pihak keluarga, jangan sampai hal ini timbul dendam antara kedua dusun atau desa yang ada, karena menyadari bahwa masing-masing memang masih dalam ikatan keluarga besar" kata Merdisyam.

Hingga kamis sore, situasi pada dua desa yang bertikai mulai kondusif, puluhan personil kepolisian bersama TNI, masih siaga di lokasi kejadian.

Sementara Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi, mengimbau masyarakat di Kabupaten Buton Tengah (Buteng), menjaga harmonisasi dan kedamaian pasca-bentrok antar-pemuda tersebut.

Baca Juga: Gunung Kerinci Digoyang 212 Kali Gempa, Statusnya Waspada 

Bentrok Antar-Pemuda di Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Sulawesi Tenggara (foto: iNews/Asdar Zuula)	Bentrok Antar-Pemuda di Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Sulawesi Tenggara (foto: iNews/Asdar Zuula)

"Oleh karena itu, kita sesama saudara, kita semua berkeluarga, marilah kita jaga harmonisasi. Hentikan masalah-masalah apapun yang menyangkut pribadi, saya kira ini bukan keinginan para leluhur kita," ucap Ali Mazi.

Ali Mazi meminta seluruh masyarakat di Buton Tengah, agar menghentikan pertikaian, tidak membuat situasi dan suasana huru-hara, yang hanya mempersulit pelaksanaan pembangunan di Sulawesi Tenggara.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini