Sebelumnya pada Kamis, setelah pembicaraan dengan kepala NATO Jens Stoltenberg di Paris, Macron yang agresif membidik Turki atas keputusan unilateralnya untuk menyerang YPG.
"Saya menghormati kepentingan keamanan sekutu Turki kami, yang telah menderita banyak serangan di wilayahnya," kata Macron sebagaimana dilansir AFP.
"Tetapi Anda tidak dapat di satu sisi mengatakan kita adalah sekutu dan menuntut solidaritas dalam hal itu dan di sisi lain memberikan sekutu Anda dengan fait accompli dari operasi militer yang membahayakan tindakan koalisi anti-IS di mana NATO adalah salah satu anggotanya."
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.