nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dikritik Soal Operasi Militer, Turki Tuduh Macron Sponsori Terorisme di Suriah

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 29 November 2019 10:44 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 29 18 2135880 dikritik-soal-operasi-militer-turki-tuduh-macron-sponsori-terorisme-di-suriah-KnStflWQ58.jpg Presiden Prancis Emmanuel Macron. (Foto: Reuters)

ISTANBUL: Turki pada Kamis, 28 November menuduh Emmanuel Macron sebagai sponsor kegiatan terorisme sebagai balasan atas kritik terbaru dari Presiden Prancis itu terhadap operasi militer yang dilakukan Ankara di Suriah.

Bulan lalu Turki melancarkan serangan terhadap pasukan pimpinan Kurdi di Suriah, yang oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan dianggap sebagai kelompok "teroris". Erdogan mengatakan bahwa serangan tersebut menargetkan milisi Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) dan kelompok Negara Islam (IS).

BACA JUGA: Turki Gempur Milisi Kurdi Suriah, Tewaskan Ratusan Orang, Puluhan Ribu Mengungsi

Namun langkah itu memicu kecaman dari beberapa negara yang menuding Ankara melemahkan perjuangan melawan elemen-elemen IS yang tersebar di Suriah dengan operasinya tersebut. Pasukan YPG selama ini dianggap menjadi salah satu ujung tombak dalam pertempuran melawan kelompok teroris itu.

Macron, yang telah berulang kali mengkritik serangan Turki itu, pada Kamis mengatakan bahwa Ankara telah memberi sekutu-sekutunya sebuah "fait accompli" yang membahayakan tindakan koalisi anti-IS. Komentar Macron memicu reaksi keras dari Ankara, yang menuduh Paris berusaha mendirikan negara Kurdi di Suriah.

"Bagaimanapun, dia (Macron) mensponsori organisasi teroris, dia menerima mereka secara rutin di Elysee (istana kepresidenan)," kata Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu seperti dikutip oleh kantor berita negara Anadolu.

BACA JUGA: Turki dan Rusia Sepakat Usir Pasukan Kurdi dari Perbatasan Suriah

Ankara memandang YPG sebagai cabang dari kelompok PKK Kurdi, yang telah melakukan pemberontakan bersenjata di Turki selama 35 tahun terakhir. Kelompok PKK telah dimasukkan dalam daftar hitam sebagai kelompok teror oleh Ankara dan sekutu Baratnya.

"Jangan sampai Macron lupa... Turki juga adalah anggota NATO. (Turki) berdiri bersama sekutu-sekutunya," tambahnya.

Sebelumnya pada Kamis, setelah pembicaraan dengan kepala NATO Jens Stoltenberg di Paris, Macron yang agresif membidik Turki atas keputusan unilateralnya untuk menyerang YPG.

"Saya menghormati kepentingan keamanan sekutu Turki kami, yang telah menderita banyak serangan di wilayahnya," kata Macron sebagaimana dilansir AFP.

"Tetapi Anda tidak dapat di satu sisi mengatakan kita adalah sekutu dan menuntut solidaritas dalam hal itu dan di sisi lain memberikan sekutu Anda dengan fait accompli dari operasi militer yang membahayakan tindakan koalisi anti-IS di mana NATO adalah salah satu anggotanya."

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini