nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Turki Gempur Milisi Kurdi Suriah, Tewaskan Ratusan Orang, Puluhan Ribu Mengungsi

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 11 Oktober 2019 10:04 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 11 18 2115566 turki-gempur-milisi-kurdi-suriah-tewaskan-ratusan-orang-puluhan-ribu-mengungsi-PjskIZkqia.jpg Warga melarikan diri dari Kota Ras al-Ain, Suriah, 9 Oktober 2019. (Foto: Reuters)

ISTANBUL – Serangan hari kedua Turki terhadap milisi Kurdi di timur laut Suriah pada Kamis, telah memaksa ribuan puluhan ribu orang lari mencari pengungsian dan menewaskan setidaknya puluhan orang.

Turki memulai serangannya terhadap Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin milisi YPG Kurdi pada Rabu, beberapa hari setelah pasukan Amerika Serikat (AS) ditarik dari wilayah timur laut Suriah.

BACA JUGA: Turki Luncurkan Serangan Darat dan Udara ke Suriah

SDF mengatakan serangan udara dan bombardir Turki menewaskan sembilan warga sipil. Sementara pejabat Turki mengatakan bahwa serangan balasan pasukan pimpinan Kurdi ke kota-kota di perbatasan Turki menewaskan enam orang, termasuk seorang bayi berusia 9 bulan.

Komite Penyelamatan Internasional mengatakan 64.000 orang di Suriah telah melarikan diri sejak operasi militer Turki dimulai. Kota-kota Ras al-Ain dan Darbasiya, sekira 60 km di timur Suriah, sebagian besar telah ditinggalkan.

Kelompok pengamat mengatakan pasukan Turki telah merebut dua desa di dekat Ras al-Ain dan lima lainnya di dekat kota Tel Abyad, sementara seorang juru bicara pasukan pemberontak Suriah mengatakan kota-kota dikepung setelah para milisi merebut desa-desa di sekitar mereka.

Jet-jet tempur Turki terbang hingga 30 km ke wilayah Suriah - batas yang dijanjikan Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu untuk tidak dilewati oleh pasukan Turki.

Tindakan Turki tersebut telah menimbulkan reaksi dari AS yang memberi dukungan kepada SDF selama peperangan menghadapi kelompok teroris Negara Islam (IS), dengan parlemen AS menyerukan dijatuhkannya sanksi terhadap Ankara.

"Kami memiliki satu dari tiga pilihan: Kirim ribuan pasukan dan menangkan dengan cara militer, memukul Turki dengan keras secara finansial dan dengan Sanksi, atau menengahi kesepakatan antara Turki dan Kurdi!" Kata Trump dalam posting Twitternya, Kamis, 10 Oktober.

"Saya harap kita bisa melakukan mediasi," kata Trump ketika ditanya tentang ketiga opsi tersebut di Gedung Putih, demikian dilaporkan Reuters, Jumat (11/10/2019).

BACA JUGA: Erdogan Ancam "Banjiri" Eropa dengan Pengungsi Suriah

Tanpa merinci lebih detail, Trump mengatakan Amerika Serikat "mungkin akan melakukan sesuatu yang sangat, sangat keras sehubungan dengan sanksi dan hal-hal keuangan lainnya" terhadap Turki.

SDF telah menjadi sekutu utama pasukan AS dalam pertempuran melawan IS sejak 2014. Mereka telah menahan ribuan militan IS yang ditangkap di penjara dan puluhan ribu kerabat. Seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa SDF masih mengendalikan semua penjara yang berisi tawanan militan IS.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini