Begini Kronologi Penganiayaan Batita yang Dilakukan Kekasih Ibunya di Denpasar

Sabtu 30 November 2019 19:33 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 30 244 2136401 begini-kronologi-penganiayaan-batita-yang-dilakukan-kekasih-ibunya-di-denpasar-AGfUBZCOe3.jpg Ilustrasi Kasus Kekerasan Anak (foto: Shutterstock)

DENPASAR - Polresta Denpasar masih terus mendalami kasus penganiayaan batita berinisial KMW (2,5) yang dilakukan oleh kekasih ibunya. Saat ini pelaku sudah diamankan dan masih menjalani pemeriksaan untuk mengetahui motif penganiayaan batita yang kini harus dirawat di Rumah Sakit Sanglah, Denpasar, Bali akibat patah tulang di paha kanannya.

Menurut Kanit PPA Satreskrim Polresta Denpasar, AKP Josina Lambiombir, penganiayaan yang menimpa KMW terjadi Kamis 21 November 2019 jam 22.00 WITA. Saat pelaku JA (22) pulang ke kos, dia mendapati pacarnya, Ifa yang merupakan ibu korban dan adik korban bernama Puput.

Baca Juga: Ada Indikasi Pelecehan Seksual di Balik Penganiayaan Batita oleh Kekasih Ibunya 

“Korban ini dari awal memang sudah takut dengan pelaku, maka dari itu pelaku ada di luar kos sambil merokok dan menunggu korban tertidur,” kata Josina seperti dikutip iNews, Jumat (29/11/2019).

JA (22) pelaku penganiayaan pada batita KMW (2,5) yang merupakan anak pacarnya di Denpasar. (foto: iNews/Indira Arri)

JA (22) pelaku penganiayaan pada batita KMW (2,5) yang merupakan anak pacarnya di Denpasar. (foto: iNews/Indira Arri) 

Sekitar 15 menit kemudian, pelaku masuk kos dan melihat korban sudah tidur. Handphone Ifa lantas berdering. Saat diangkat, ternyata ibunya menelpon menanyakan keberadaan KMW yang juga cucunya.

Nenek korban meminta Ifa membawa pulang KMW. Namun nyatanya Ifa hanya pulang mengantarkan adiknya sementara KMW yang tertidur ditinggal di kos pelaku.

Saat Ifa pulang ini, KMW tiba-tiba terbangun dari tidur. Mendapati hanya berdua dengan pelaku sementara ibunya tidak ada, KMW menangis keras dan menjerit.

Bermaksud menenangkan, pelaku memukul punggung korban dengan tangan sebanyak tiga kali. Korban malah semakin menjerit, sehingga pelaku menginjak paha kanannya hingga patah.

Korban yang masih terus menangis, lalu diangkat pelaku dengan maksud digendong. “Pelaku berusaha menenangkan tapi caranya menggendong kaya angkat barang, ditambah kukunya yang panjang malah menyebabkan luka di leher korban,” katanya.

Gagal menenangkan, korban kembali ditaruh di kasur. Pelaku sempat memukul korban sekali hingga akhirnya korban diam.

Sekitar 15 menit kemudian, ibu korban datang. Saat masuk, dia mendapati anaknya terbaring diam di kasur namun tidak tidur.

“Korban terbaring meringkuk memeluk bantal karena ketakutan,” katanya.

Tidak berapa lama kemudian, ibu dari Ifa atau nenek korban datang dan langsung menggedor pintu. Nenek korban bermaksud membawa KMW pulang ke rumah.

Namun saat melihat neneknya, KMW kembali menangis. Kaki korban juga sudah bengkak dan bengkok serta tidak dapat digerakkan.

Baca Juga: Batita di Denpasar Dianiaya hingga Patah Tulang oleh Kekasih Ibunya 

Kepada nenek korban, pelaku mengaku KMW jatuh dan tidak sengaja terinjak. Tidak percaya begitu saja, keluarga KMW melaporkan kasus penganiayaan ini ke polisi.

Tak berapa lama, polisi mengamankan pelaku. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 76c jo pasal 80 UU No 35 tahun 2014 tentang Perubahan UU No 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Batita di Denpasar Dianiaya hingga Patah Tulang oleh Kekasih Ibunya

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini