nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ada Indikasi Pelecehan Seksual di Balik Penganiayaan Batita oleh Kekasih Ibunya

Sabtu 30 November 2019 14:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 30 244 2136374 ada-indikasi-pelecehan-seksual-di-balik-penganiayaan-batita-oleh-kekasih-ibunya-GV1X99sTX3.jpg JA (22) Penganiayaan Batita yang Merupakan Anak Dari Kekasihnya di Denpasa, Bali (foto: iNews/Indira Arri)

DENPASAR – Tim penyidik Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Denpasar mendalami dugaan pelecehan seksual kepada bayi tiga tahun (batita) KMW (2,5) yang dianiaya pacar ibunya, JA (22). Pasalnya selain mengalami patah tulang paha dan beberapa luka di tubuhnya, ada memar di sekitar kemaluan korban.

“Kami akan mengecek hasil visum korban untuk mendalami indikasi ini,” kata Kanit PPA Satreskrim Polresta Denpasar, AKP Josina Lambiombir seperti dikutip iNews, Sabtu (30/11/2019).

Baca Juga: Batita di Denpasar Dianiaya hingga Patah Tulang oleh Kekasih Ibunya 

Selain melalui hasil visum dokter, polisi juga akan meminta keterangan dari korban. Namun hal ini tidak dapat dilakukan saat ini mengingat korban masih dirawat di RSUP Sanglah, Denpasar Bali.

JA (22) pelaku penganiayaan pada batita KMW (2,5) yang merupakan anak pacarnya di Denpasar. (foto: iNews/Indira Arri)

JA (22) pelaku penganiayaan pada batita KMW (2,5) yang merupakan anak pacarnya di Denpasar. (foto: iNews/Indira Arri) 

Sebelumnya, seorang batita di Denpasar, Bali, berinisial KMW (2,5) menjadi korban kekerasan yang dilakukan pacar ibunya berinisial AJ (22). Paha korban mengalami patah tulang karena diinjak pelaku.

Korban yang takut dengan pelaku menangis saat terbangun dari tidur. KMW hanya berdua dengan pelaku sementara ibunya sedang pulang ke rumah mengantarkan adiknya.

Pelaku bermaksud menenangkan korban agar berhenti menangis namun gagal. Hingga akhirnya dia jengkel dan memukul korban dan menginjak paha hingga patah tulang.

Baca Juga: Diduga Korban Salah Tangkap, Salman Dianiaya dengan Disetrum Kemaluannya 

Selain patah tulang, korban juga mengalami memar di beberapa bagian tubuhnya, lupa bekas kuku di leher, dan memar di sekitar kemaluan. Akibatnya korban harus menjalani operasi tulang di RSUD Sanglah, Denpasar.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini