nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ketika Panglima TNI Cerita Tentang Prajurit yang Tinggalkan Keluarga Demi Tugas

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Sabtu 30 November 2019 17:04 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 30 340 2136407 ketika-panglima-tni-cerita-tentang-prajurit-yang-tinggalkan-keluarga-demi-tugas-toBweVKLE4.jpg Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto (foto: Ist)

JAKARTA - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bercerita kepada warga Wamena, Jayawijaya soal penugasan yang harus mengirimkan sejumlah prajurit pada malam hari. Menurutnya, hal itu adalah perjuangan prajurit yang harus meninggalkan keluarganya di rumah.

Panglima TNI bercerita kepada warga Wamena di Gedung Ukumearek Asso, Wamena, Jayawijaya, Kamis 28 November 2019.

"Harus mengirimkan pasukan pada malam hari, Asops pun segera siapkan pasukan dan harus ada pada pagi hari," kata Panglima TNI Hadi.

Ia mengatakan, pada saat memberi perintah penugasan, biasanya prajuritnya masih bersama keluarga. Namun, atas perintahnya, prajurit tersebut harus segera pergi dari rumah dan melaksanakan tugas dengan baik demi NKRI.

Panglima TNI Marsekal Hadi

 Baca juga: Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Baksos di Wamena

"Pada waktu itu mungkin sedang dalam senda gurau dengan anak-istrinya, saya sampaikan 'Besok harus sudah sampai ke sana. Pasang alarm, malam itu juga berangkat, pagi-pagi sudah di wilayah sasaran dan mampu melaksanakan tugas dengan baik," tegasnya.

"Cerita di balik itu adalah seorang istri yang setia menyampaikan 'Betapa pentingnya 5 menit terakhir karena kami sedang bersenda gurau dengan keluarga, ternyata ada perintah dan saya merelakan suami saya pergi menuju wilayah penugasan," sambung Panglima TNI.

"Saya membaca dan saya sedih sebetulnya, karena apa? Karena keluarga itu harus meninggalkan anaknya yang mungkin baru ketemu sekian minggu," tambahnya.

 Panglima TNI dan Kapolri

Lebih lanjut, Panglima TNI menyampaikan bahwa kerelaan itu merupakan bentuk dedikasi dari prajurit dan keluarganya demi tugas negara.

"Saya yakin, cerita yang saya sampaikan ini sama dengan cerita yang dialami prajurit lainnya, ada satu dedikasi segera meninggalkan anak untuk melaksanakan tugas dan itu adalah tugas yang sangat mulia, tugas negara, tugas yang sangat terhormat," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini