MEDAN – Bupati Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Dosmar Banjarnahor, mengikuti gelaran uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) yang digelar Partai Perindo Sumatera Utara dalam menjaring bakal calon kepala daerah yang akan diusung untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Sumatera Utara tahun 2020 mendatang.
Dosmar mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di Kantor DPW Partai Perindo Sumatera Utara, Jalan Cut Nyak Dhien, Kota Medan, bersama sejumlah tokoh lainnya yang juga ingin mendapatkan rekomendasi atau dukungan dari Partai Perindo. Diantaranya Hary Marbun, Pardo Sihite dan Anthony Pasaribu.
Namun Dosmar yang memimpin Humbahas bersama wakilnya, Parlindungan Simamora, sepertinya bakal berpisah di Pilkada Humbahas tahun 2020 ini. Itu karena Dosmar tak mengajak serta sang wakil yang 3 tahun dam 9 bulan terakhir memimpin Humbahas

Saat ditanya terkait hal itu, Dosmar berkilah. Ia mengaku hubungannya dengan Parlindungan Simamora, baik hingga saat ini. Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia (PDIP) Humbahas itu bahkan sudah bertanya langsung kepada Parlindungan apakah akan kembali maju atau tidak di Pilkada Humbahas.
“Saya sudah tanya, apakah akan maju lagi atau tidak. Katanya kalau saya ajak mau. Tapi kondisinya, semua partai pendukung pasti ingin mendapatkan peran dalam pencalonan saya. Makanya saya menunggu arahan dari partai pendukung,” katanya, Jumat (29/11/2019) malam.
Ketika didesak wartawan apakah Dosmar siap untuk kembali berpasangan dengan Parlindungan Simamora dalam Pilkada 2020, Dosmar mengatakan siap jika diarahkan partai.
Untuk diketahui, PDIP memiliki tujuh kursi di DPRD Humbahas. Jadi sudah cukup untuk mengusung sendiri pasangan calon bupati dan wakil bupati yang akan bertarung pada Pilkada Humbahas 2020. Sebab syarat jumlah kursi 20 persen untuk mengusung sendiri yakni jika memiliki empat kursi.
Dosmar optimis ia akan mendapatkan dukungan dari Partai Perindo, karena selama ini ia telah bekerja dengan maksimal untuk Kabupaten Humbahas. Ia pun mengklaim hasil kerjanya telah menunjukkan hasil.
“Saya tak bilang hasilnya luar biasa. Tapi tak jelek-jelek amat lah,” ujarnya.
Indikatornya, jelas Dosmar, jumlah perolehan dana insentif desa (DID) dari pemerintah pusat. Itu menjadi indikator prestasi sebuah daerah nilainya meningkat cukup signifikan.
“Sebelumnya Humbahas dari belasan miliar menjadi sekitar Rp30 miliar. Kemudian, persentase penduduk miskin sudah menurun,” paparnya.
Dosmar mengatakan, pada lima tahun ke depan jumlah penduduk miskin ditarget turun menjadi berkisar enam persen dari saat ini berkisar sembilan persen. Itu akan diwujudkan dengan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor pertanian. Khususnya jagung dan kopi. Dosmar juga menjadikan sektor peternakan sebagai sektor ekonomi utama di Humbahas.
“Kita akan arahkan petani untuk menanam tanaman produksi yang bisa maksimal ditanam di tanahnya. Kita juga siapkan pasarnya. Khususnya untuk kopi dan jagung. Untuk peternakan, kita juga bisa maksimalkan, banyak lahan kosong di sana. Kita akan panggil investor,”tukasnya.