Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

World Halal Summit: Pesantren OPOP Curi Perhatian Delegasi Eropa

World Halal Summit: Pesantren OPOP Curi Perhatian Delegasi Eropa
Foto: Humas Pemprov Jabar
A
A
A

Begitu positifnya sambutan delegasi asing, hingga tercipta penandatanganan MoU antara Ketua Kamar Dagang dan Industri Senegal Ali Diou dengan Umi Waheeda pimpinan Koppontren Al Ashiriyyah Nurul Iman.

Kerja sama ini selain transaksi bisnis pembelian beras, juga meliputi kerja sama manajemen pesantren berbasis sistem pendidikan berkualitas berdasarkan kewirausahaan sosial (social entrepreneurship).

“Mereka tertarik dengan sistem pendidikan kita. Karena itu saya pikir pesantren Indonesia harus menjual metode dan sistem pendidikan berbasis social entrepreneurship ini. Kita tunjukkan juga bahwa pesantren-pesantren kita bukan pesantren kumuh seperti di negara lain,” ujar Umi.

Negara lain seperti Palestina, Kenya, dan India turut meminta masukan ke Jawa Barat tentang sistem pendidikan pesantren. Bahkan India telah meminta Umi Waheed menjadi pembicara pada Forum Halal India di Ahmaderabad dalam waktu dekat.

“Kami ingin agar pesantren bisa mandiri, tidak tergantung pada donasi. Saya akan berbicara bagaimana pesantren berwirausaha,” ujar Umi.

Nurul Iman adalah pesantren dengan jumlah santri 15.000 orang terdiri dari PAUD, hingga perguruan tinggi. Para santri ini digratiskan dari biaya pendidikan, sehingga Nurul Iman harus mandiri membiayai kegiatannya.

Komitmen Bisnis

Pada pameran ini, kelima pesantren berhasil mendapatkan banyak komitmen bisnis. Para calon pembeli tertarik dengan produk pertanian, fesyen, maupun jasa wisata halal.

Al Ittifaq berhasil menggaet perusahaan-perusahaan untuk mengikat komitmen bisnis antara lain dengan Vizyon Team yang memerlukan buah-buahan, sayuran, jahe, dan lengkuas Sementara Eruope Vital akan membeli jahe, lengkuas dan kayu manis. African Tide membutuhkan kunyit dan jahe. Empire Qatar meminta kopi. Perusahaan-perusahaan Turki membutuhkan sayuran dan tanaman obat.

Dalam kesempatan ini, perusahaan konsultan IT dunia Archytas Blockchain Consultancy, juga tertarik dengan keunikan pesantren Indonesia. Mereka mendorong pesantren OPOP untuk bertransformasi digital dengan menggunakan metode blockchain.

“Nah kami terpacu untuk mempelajari apa itu blockchain dan bagaimana memanfaatkannya dalam bisnis kami” ujar CEO Al-Ittifaq Setia Irawan.

Sementara itu, perusahaan tur dan travel internasional meminta Pesantren Daarut Tauhiid (DT) Bandung menjadi mitra wisata halal di Indonesia. Untuk itu, mereka meminta DT untuk memberikan informasi daerah tujuan wisata yang menarik untuk dikunjungi wisatawan Timur Tengah.

Perusahaan travel yang mengajak kerjasama antara lain dari Yordania, Uni Emirat Arab (UEA), Bulgaria dan lain-lain. Manajer Kontrak dan Tender Dallah Group Jordania, Hiba Al-Qadi mengatakan, bagi calon wisatawan Timur Tengah informasi wisata halal di Indonesia sangat minim. Selama ini mereka hanya mengetahui wisata halal dari Malaysia.

“Mereka belum tahu wisata dan wisata halal Indonesia. Banyak wisatawan dari Timteng lari ke Malaysia. Ke Indonesia belum banyak informasinya,” ujar Al Qadi.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement