nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Naik Motor Sambil Bawa Pedang, 2 Pemuda Diamuk Massa

Kuntadi, Jurnalis · Kamis 05 Desember 2019 23:29 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 05 510 2138478 naik-motor-sambil-bawa-pedang-2-pemuda-diamuk-massa-9xjyPLvgRn.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

SLEMAN - Dua pemuda warga Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, berinisial NH (24) dan RF (21) diamankan aparat kepolisian. Keduanya sempat diamuk massa karena saat mengendarai sepeda motor sambil menyeret pedang.

Kapolsek Ngaglik Kompol Ali Masud mengatakan, kedua pelaku berboncengan sepeda motor sambil menyeret pedang di jalanan, tepatnya di Pedukuhan Lojajar desa Sindoarjo, Ngaglik. Saat itu ada seorang pengendara yang dipepet pelaku, dan langsung berteriak begal.

Warga yang mendengar teriakan itu langsung melakukan pengejaran. Apalagi aksi klitih kerap terjadi di wilayah DIY yang kerap melukai korban tanpa ada kejelasan penyebabnya.

Keduanya pun memilih kabur, dan di tengah perjalan motor yang dikendarai terjatuh dan keduanya meninggalkan sepeda motor. Warga yang emosi kemudian mengejar dan menangkap kedua pelaku dan menghajarnya.

“Dia itu menyeret pedang hanya untuk menakuti warga saja,” sambung Ali.

 Penjara

Saat akan ditangkap warga, imbuh Ali, tersangka NH sempat mengayun-ayunkan pedang untuk menakuti warga. Namun karena kalah jumlah pelaku akhirnya ditangkap, selang satu jam RF juga berhasil ditangkap di lokasi persembunyiannya di tengah persawahan.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Ngaglik Iptu Budi Karyanto mengatakan dari hasil pemeriksaan RF hanya sebagai joki saja memboncengkan NR. Dia tidak tahu jenis pedang yang dibawa temannya itu. Namun pedang dan sepeda motor yang dipakai kedua pelaku berhasil diamankan sebagai barang bukti.

Dari hasil pemeriksaan, polisi melakukan pengeledahan di rumah pelaku NR. Hasilnya, polisi menemukan 9 butir pil hexymer, 70 butir pil stelosi dan 4 butir pil alprazolam. Kini kasus ini tengah dikembangkan, berkoordinasi dengan Satresnarkoba Polres Sleman.

“Obat-obatan itu masuk dalam daftar G atau terlarang,” jelasnya.

NR akan dijerat dengan UU RI no 12 tahun 1951 tentang kepemilikan sajam. Ancaman hukumannya bisa dipidana paling lama 12 tahun penjara. NR sendiri mengakui membawa pedang ini hanya untuk berjaga-jaga.

“Alasannya hanya untuk berjaga-jaga jika diserang kelompok lain,” pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini