Pria Nepal Ditangkap Atas Kematian Wanita di 'Pondok Menstruasi'

Rachmat Fahzry, Okezone · Sabtu 07 Desember 2019 13:03 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 07 18 2139100 pria-nepal-ditangkap-atas-kematian-wanita-di-pondok-menstruasi-EPNV4ktZTY.jpg Tradisi Chhaupadi membuat wanita Nepal selama masa menstruasi atau setellah melahirkan akan hidup di sebuah pondok. (Foto/IB Times)

ACHHAN - Polisi Nepal menangkap saudara ipar seorang wanita yang meninggal saat tinggal di sebuah gubuk yang disebut "pondok menstruasi".

Melansir BBC, Sabtu (7/12/2019) Parbati Buda Rawat (21) ditemukan tewas pada Senin 2 Desember 2019. Ia diduga mati lemas karena menghirup asap dari api yang dinyalakannya agar tetap hangat di pondok tersebut.

Penangkapan itu diyakini sebagai penangkapan pertama terkait tradisi Chhaupadi, tradisi terlarang yang menganggap perempuan dalam kotor selama periode menstruasi dan setelah melahirkan.

Jika dinyatakan bersalah, pria itu menghadapi tiga bulan penjara dan denda 3.000 rupee Nepal (sekira Rp364 ribu).

Baca juga: Perempuan Nepal Meninggal karena Tradisi "Dikurung saat Menstruasi"

Baca juga: Festival Pengurbanan Hewan Terbesar di Dunia Bersiap Digelar di Nepal

Foto/Reuters

Polisi di distrik Achhan barat mengatakan mereka sedang menyelidiki apakah tersangka, Chhatra Rawat yang berusia 25 tahun, memaksa Rawat tinggal di pondok. Tidak jelas apakah dia telah didakwa.

Salam masa Hindu berabad-abad di negara itu, perempuan dapat dipaksa tidur di gubuk atau kandang ternak dan dilarang menyentuh beberapa makanan, simbol agama dan laki-laki.

Gubuk-gubuk itu bisa sangat dingin dan orang-orang di dalamnya bisa terkena penyakit. Ada beberapa kasus mati lemas, dan setidaknya seorang gadis remaja telah meninggal setelah digigit ular.

Nepal melarang praktik tradisional pengasingan wanita dan gadis menstruasi dari rumah keluarga mereka pada tahun 2005 dan mengkriminalkannya pada tahun 2017. Namun tradisi itu masih dijalankan di beberapa daerah pedesaan, di mana diyakini dapat mengusir nasib buruk.

Setidaknya tiga wanita telah meninggal di "pondok menstruasi" pada tahun ini. Salah satunya seorang ibu mati lemas bersama dua anaknya.

"Sangat positif untuk melihat polisi bertindak proaktif dan itu akan membantu mencegah orang untuk mengikuti tradisi [Chhaupadi]," kata Radha Poudel, seorang aktivis Nepal, berbicara dengan kantor berita AFP.

"Tapi ada jalan panjang untuk mengakhirinya."

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini