Kemudian, Arya pun menyebut kalau pilkada langsung merupakan salah satu sumber rekrutmen politik ke tingkat nasional. Ia pun masih mencontohkan proses Jokowi dari Pilkada Solo hingga terpilih menjadi presiden.
"Pilkada langsung menjadi salah satu sumber rekutmen politik," ungkapnya.
Arya mengungkapkan, kalau pilkada langsung pada 2018 menuai partisipasi sebesar 73 persen, yakni lebih tinggi jika dibandingkan dengan pemilihan presiden (Pilpres) pada 2009 dan 2014. Tanpa adanya pilkada langsung, maka sumber rekrutmen politik hilang.
"Jadi, ada antusiasme publik untuk terlibat aktif dalam proses atau ikut mengikuti prosesnya. Na, kalau kita hilangkan Pilkada, tentu sumber rekrutmen daerah menjadi hilang karena selama ini kalau kita lihat sumber rekuitmen di tingkat provinsi juga berasal dari kabupaten/kota," ujar Arya.
(Arief Setyadi )