nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Intel Kodim Temukan 3 Tas Ransel Milik Dokter Korsel

Nanang Fahrurozi, Jurnalis · Minggu 08 Desember 2019 15:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 08 340 2139370 intel-kodim-temukan-3-tas-ransel-milik-dokter-korsel-2Fhp4ZLc9w.jpg Foto Istimewa

MERANGIN - Unit Intel kodim 0420/Sarko, Bersama dengan Bintara pembina desa (Babinsa) Desa Lantak seribu Koptu Joko Listiawan, menemukan tiga koper besar berisi peralatan medis dan obat obatan sisa bhakti sosial yang dilakukan oleh lima dokter dari Korea Selatan di perkampungan warga suku anak dalam beberapa hari lalu.

Tiga koper tersebut di amankan unit Intel kodim sarko dan Babinsa, di salah satu rumah milik warga Desa Lantak Seribu, Kecamatan Renah Pamenang.

Kemudian di bawa ke Koramil 042-09 Bangko, lalu langsung di buka oleh Tim pengawas orang asing, seperti kasat Intel Polres Merangin, Pasi Intel Kodim Sarko, Staf Kesbangpolinmas, dan Dinas kesehatan.

 Baca juga: Warga SAD Tumbang Disuntik Dokter Korsel, Dinkes Merangin Ngaku Kecolongan

Setelah dibuka ternyata tiga koper milik dokter Korea Selatan, terdapat peralatan medis dan obat obatan yang menggunakan bahasa Korea.

"Setelah ada kegiatan orang asing, kita langsung menindak lanjuti dan saya minta para danramil dan Babinsa untuk komsos di tengah masyarakat, hasilnya ada masyarakat melaporkan kepada kita bahwa ada barang milik orang asing tertinggal, kita mengamankan tiga koper milik warga Korsel, di Desa Lantak Seribu kemudian kita bawa ke Koramil, untuk dilakukan pemeriksaan bersama timora, dan benar saja bahwa isi koper yang kita amankan berisi peralatan medis dan obat obatan," kata Dandim 0420/Sarko Letkol Kav Rohyat Happy Ariyanto, Minggu (9/12/2019).

 Baca juga: Disuntik Dokter Korsel 14 Kali, Warga Suku Anak Dalam Sesak Napas

Sementara itu usai di bongkar, tiga koper diserahkan kepada dinas kesehatan untuk di lakukan pemeriksaan di BPPOM Jambi.

"Saat ini tiga koper setelah di buka oleh Tim Pora langsung di serahkan ke dinas kesehatan untuk di cek di BPPOM, sebab tidak ada tulisan bahasa Indonesia bagaimana penggunaannya," sambungnya.

Dari keterangan tim Pora, pada saat melakukan perobatan kepada warga SAD, tidak di dampingi tim medis.

"Dari penjelasan Tim Pora bahwa saat melakukan perobatan kepada warga suku anak dalam, tidak di dampingi oleh tim medis Indonesia, sehingga obat-obatan yang kita dapatkan masih diamankan di Dinas Kesehatan Merangin," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini