Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Satu Orang Tewas Akibat Letusan Gunung Berapi Selandia Baru, Korban Mungkin Bertambah

Rahman Asmardika , Jurnalis-Senin, 09 Desember 2019 |15:21 WIB
Satu Orang Tewas Akibat Letusan Gunung Berapi Selandia Baru, Korban Mungkin Bertambah
Foto: Reuters.
A
A
A

WELLINGTON – Letusan gunung berapi di Selandia Baru telah menewaskan sedikitnya satu orang, dengan polisi mengatakan beberapa orang lainnya masih belum diketahui keadaannya. Laporan itu muncul setelah sekelompok turis terlihat berjalan di lingkar kawah White Island beberapa saat sebelum gunung berapi tersebut meletus.

Polisi mengatakan 23 orang telah berhasil diselamatkan dari letusan White Island, tetapi memperingatkan bahwa jumlah korban tewas "kemungkinan" akan meningkat. Daerah itu saat ini dinilai terlalu berbahaya untuk dilangsungkannya operasi penyelamatan.

White Island, juga dikenal sebagai Whakaari, adalah salah satu gunung berapi paling aktif di Selandia Baru. Meskipun demikian, pulau milik pribadi itu adalah tujuan wisata dengan tur yang berjalan setiap hari dan layanan penerbangan untuk melihat pemandangan yang disediakan.

Diwartakan BBC, Senin (9/12/2019), letusan di White Island dimulai sekira pukul 14:11 waktu setempat.

Foto dari kawah White Island sesaat sebelum letusan, terlihat beberapa orang berada di dekat kawah gunung berapi. (GNS.NZ)

Pengunjung Michael Schade - yang berada di atas kapal yang meninggalkan pulau setelah tur pagi - memfilmkan gumpalan abu dan asap tebal saat gunung berapi itu meletus.

BACA JUGA: Gunung Berapi di Selandia Baru Meletus, Sekira 100 Orang Tak Diketahui Keadaannya

"(Saat) itu masih aman, tetapi mereka berusaha membatasi ukuran kelompok (orang yang mengunjungi gunung berapi)," kata Schade kepada BBC.

"Kami baru saja naik kapal... lalu seseorang menunjukkannya dan kami melihatnya. Saya pada dasarnya hanya terkejut, lanjutnya menjelaskan saat-saat letusan terjadi.

"Perahu berbalik dan kami menjemput beberapa orang yang menunggu di dermaga."

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement