JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memanggil Kapolri Jendral Pol Idham Azis guna membahas perkembangan terkini kasus penyiraman air keras kepada penyidik Komosi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.
Pertemuan itu akan berlangsung pada hari ini, Senin (9/11/2019) sore. Jokowi sebelumnya akan memimpin ratas 'Pelaksanaan Program Kredit Usaha Rakyat Tahun 2020' dan 'Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Tahun 2020' di Kantor Presiden.
"Sore nanti (bertemu Kapolri)" ujar Jokowi di SMKN 57, Jakarta.
Baca juga: KPK: Kemajuan Penyidikan Kasus Teror Novel Baswedan Ditunggu Publik
Belum diketahui apakah agenda pertemuan Jokowi dan Idham Azis apakah terbuka atau tertutup. Namun, pertemuan keduanya tak ada dalam agenda resmi kepresidenan.
Sebelumnya, Novel mengungkapkan sendiri Jokowi akan bertemu Idham Azis.
Dia menyebut tujuan pemanggilan mantan Kapolda Metro Jaya itu agar Jokowi mengetahui sejauh mana pengusutan kasus penyiraman air keras yang menimpa dirinya beberapa waktu lalu.
"Saya pastinya enggak tahu, cuman setelah 4 kali diberi waktu sama pak presiden, masa iya perintah presiden diabaikan, kan keterlaluan," kata Novel kepada wartawan, Senin (9/12/2019).
Baca juga: Soal Kasus Novel Baswedan, Polri: Ini Masalah Waktu Saja
Ia menambahkan dirinya menaruh harapan kepada Kabareskrim Baru Irjen Listyo Sigit Prabowo. Ia berharap mantan ajudan Presiden Jokowi itu berani mengungkap dalang penyerangan keji tersebut.
"Saya tidak bisa katakan itu juga, semoga Pak Sigit juga punya keseriusan dan keberanian, karena tentunya masalah ini kan memang saya duga ada keterkaitan dengan orang yang cukup besar," kata Novel
Menurut dia, seseorang yang bekerja di lembaga antirasuah adalah pendekar antikorupsi. Oleh sebab itu, negara harus selalu memberikan rasa aman kepada setiap pegawai, penyidik hingga pimpinannya.
"Tapi nggak boleh terus karena hanya masalah itu kita menyalahkan sisi kepentingan kemanusiaan kepentingan peradaban kepentingan membela bangsa dan negara," katanya.
(Awaludin)