"Alat pendeteksi yang lepas pertama adalah milik Bonita, kemudian tidak berapa lama kalung GPS Collar milik Atan juga lepas sehingga tidak terdeteksi," imbuhnya.
Baca juga: Deretan Kasus Serangan Harimau, dari Panjat Pohon Sawit hingga Tersisa Kaki
Sebelumnya kalung pendeteksi lepas, petugas BBKSDA melihat pergerakan harimau Bonita sangat aktif. Dia terlihat berjalan sangat jauh. Namun tidak berapa lama sudah tidak terpantau lagi. Begitupun dengan harimau Atan juga hilang dari pantauan.
"Seharusnya alat itu bisa efektif selama sembilan bulan," imbuhnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.