SENIN, 9 Desember 2019 tepat Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) Tahun 2019. Dalam Harkordia 2019, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memilih menggelar bersama pelajar Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 57, Taman Margasatwa, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Dalam sambutannya, ia mengimbau kepada para pelajar untuk mencegah perilaku korupsi sejak dini. Sebab, perilaku rasuah tersebut bisa menghancurkan kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Anak-anak sejak dini harus mengetahui ini. Karena korupsilah yang banyak menghancurkan kehidupan negara kita, kehidupan rakyat kita," tegas Jokowi.

Jokowi juga meminta budaya korupsi sekecil apapun tidak boleh dilakukan pelajar. Kata dia, korupsi yang besar biasanya terjadi lantaran sudah kebiasaan melakukan tindakan-tindakan koruptif dalam hal-hal yang kecil.
"Kalau yang kecil tidak diperhatikan nanti larinya ke yang besar. Enggak boleh menggunakan (korupsi) waktu pembelajaran juga enggak boleh. Karena dari situlah bibit korupsi akan muncul," sambungnya.
Namun, dalam acara tersebut, seorang pelajar di SMKN 57, menanyakan kepada Jokowi mengapa koruptor tidak dihukum mati saja agar menimbulkan efek jera. Lalu apa respons Jokowi?
"Ya, bisa saja kalau jadi kehendak masyarakat," kata Jokowi.