nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Aksi Keberatan Gibran Maju Pilwalkot Solo Mulai Bermunculan

Bramantyo, Jurnalis · Rabu 11 Desember 2019 09:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 11 512 2140487 aksi-keberatan-gibran-maju-pilwalkot-solo-mulai-bermunculan-CmyLbY9rnO.jpg Gibran Rakabuming Raka. (Foto: Dok Okezone/Arif Julianto)

SOLO – Aksi keberatan terhadap rencana putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, maju di Pemilihan Wali Kota Solo 2020 mulai bermunculan. Suara keberatan keikutsertaan Gibran itu diungkapkan beberapa perwakilan yang mengatasnamakan Paguyuban Warga Solo Peduli Pemilu.

Johan Syafaat Mahanani, salah satu warga yang tergabung di dalam paguyuban tersebut, mengatakan pernyataan keberatan terhadap rencana keikutsertaan Gibran di Pilwalkot Solo 2020 juga ditembuskan kepada partai politik yang memiliki kursi di DPRD, di antaranya PDIP, PKS, Gerindra, Golkar, PAN, dan PSI.

Baca juga: Besok Gibran Berencana Daftar sebagai Balon Wali Kota Solo pada Pilkada 2020 

Dasar keberatan mereka mengacu pada Pasal 28 UUD 1945 tentang Persamaan Hukum dan Pemerintahan. Berdasarkan pemberitaan media massa, Gibran Rakabuming Raka akan mencalonkan diri sebagai wali kota pada Pilkada Solo 2020.

Paguyuban Warga Solo Peduli Pemilu menolak rencana Gibran Rakabuming Raka maju Pilwalkot Solo 2020. (Foto: Bramantyo/Okezone)

"Atas dasar pemenuhan hak memilih dan dipilih, kami menyatakan keberatan atas pencalonan Gibran Rakabuming Raka dengan alasan utama karena diduga Gibran Rakabuming Raka tidak menggunakan hak memilih Pilwalkot Surakarta pada tahun 2015," papar Johan dalam konferensi pers di Kota Solo, Jawa Tengah, Selasa 10 Desember 2019.

Baca juga: Intip Peluang Gibran Rakabuming untuk Menangi Pilwalkot Solo 

Berdasarkan hal tersebut, ungkap Johan, mereka keberatan terkait rencana Gibran maju Pilwalkot Solo 2020. Mereka menilai Gibran hanya meminta hak dipilih, namun tidak mau menggunakan hak pilih.

"Apabila orang yang tidak memilih (golput) diberi kesempatan untuk dipilih, maka bisa menjadi contoh generasi muda untuk bersikap egois, hanya mementingkan kepentingannya sendiri, dan akan semakin banyak orang golput," jelas Johan.

Menurut dia, aksi keberatan ini juga sebagai bentuk pendidikan politik bagi masyarakat agar kemudian hari orang yang tidak menggunakan hak pilih kemudian tidak menuntut haknya untuk dipilih.

Baca juga: Golkar Buka Peluang Dukung Anak dan Menantu Jokowi di Pilkada 2020 

"Bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia dan KPU RI telah berjuang mendorong rakyat agar tidak golput setiap pemilu dalam bentuk sosialisasi dengan anggaran yang besar, sehingga tidak pada tempatnya orang golput menikmati hasil jerih payah negara dan orang lain, sementara dia sendiri tidak bersedia menggunakan hak pilih," ujarnya.

Meski begitu, ungkap Johan, pihaknya tetap memberikan kesempatan pada Gibran untuk maju Pilwalkot 2025. Namun dengan syarat pada 2020, Gibran bersedia memilih.

Baca juga: Relawan Siap Kawal Gibran Daftar ke DPD PDIP Jateng 

Gibran Rakabuming Raka. (Foto: Ist)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini