Sungai Bengawan Solo Kini Airnya Tak Lagi Sehitam Kopi

Taufik Budi, iNews.id · Jum'at 13 Desember 2019 01:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 12 512 2141319 sungai-bengawan-solo-kini-airnya-tak-lagi-sehitam-kopi-JLRctWqR8w.jpg Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat cek Sungai Bengawan Solo (foto: Taufik Budi/inews TV)

BLORA - Pencemaran di Sungai Bengawan Solo mulai teratasi. Bahkan untuk aliran Sungai Bengawan Solo di wilayah Ngloram Blora yang sempat viral karena airnya menghitam, kini mulai terlihat jernih.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengecek langsung aliran Sungai Bengawan Solo di Kracakan Ngloram Blora. Dibantu warga sekitar, Ganjar turun dari bantaran ke tengah-tengah sungai dan mendekati grojogan air yang sempat viral karena berwarna hitam.

"Sudah sepuluh hari ini (airnya) baik, Pak. Ikannya sudah melompat-lompat. Makanya saya dan temen-temen berani mancing," kata Haryanto (35), warga Kracakan, Kamis (12/12/2019).

 Baca juga: Lamongan Masuki Siaga Merah, Warga di Bantaran Sungai Bengawan Solo Diminta Waspada

Kepada Ganjar, Haryanto menjelaskan kondisi dan kualitas air Sungai Bengawan Solo pada bulan lalu. Haryanto berharap hal tersebut tidak akan terulang di tahun-tahun mendatang.

"Bulan lalu hitam Pak, seperti kopi. Baunya saja seperti bangkai. Kalau Pak Gubernur kan bisa mengatasi," katanya.

Sudah membaiknya kualitas air Sungai Bengawan Solo tersebut tidak terlepas dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang telah mempertemukan berbagai pihak. Termasuk perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sekitar sungai terpanjang di Pulau Jawa itu.

"Sehingga hari ini lumayan lebih baik. Mudah-mudahan ada efek dari pertemuan ketika semua berkumpul di provinsi," kata Ganjar.

 Baca juga: Atasi "Pipa Siluman" Cemari Bengawan Solo, Ganjar Gandeng Khofifah

Ganjar juga menjelaskan beberapa waktu lalu pihaknya juga menemukan indikasi pembuangan limbah menggunakan truk. Namun terlepas dari hal tersebut, Ganjar mengatakan kondisi secara keseluruhan, di Blora khususnya sudah membaik.

Sementara itu, kata Ganjar, air Sungai Bengawan Solo masih belum layak konsumsi meski sudah tak lagi hitam akibat terpapar pencemaran. Untuk itu, pemerintah daerah dan PDAM diminta melakukan pengolahan serta penjernihan air agar bisa memenuhi kebutuhan masyarakat

"Kondisinya tadi relatif lebih baik. Ikan-ikan sudah keluar. Cuma ketika dikonsumsi perlu proses di PDAM dan hasilnya belum terlalu bagus," kata Ganjar.

Untuk mengatasi hal tersebut, Ganjar mengajukan dua langkah antisipatif. Pertama, menerima air tersebut karena merupakan kebutuhan dasar. Kedua Pemerintah Daerah mesti mendorong penjernihan air menggunakan kapur atau arang.

Setelah mengecek di sungai Bengawan Solo itu, Ganjar lantas berkunjung ke kantor PDAM Tirta Amerta wilayah Cepu. Ganjar mengecek proses pengolahan air sampai bisa didistribusikan. Selain itu Ganjar juga mengecek suplai air di tingkat pelanggan.

Buntoro, salah satunya. Dia menjelaskan kepada orang nomor satu di Jawa Tengah tersebut meski sudah mengalir namun airnya keruh, meskipun tidak sehitam beberapa pekan lalu.

"Sekarang keruh. Ini masih mendingan dari pada satu atau dua pekan lalu yang tidak mengalir karena katanya terkena limbah. Ya airnya seperti itu. Semoga saja diperbaiki," harapnya.

(wal)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini