nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gunung White Island di Selandia Baru Meletus, Enam Mayat Ditemukan Dua Masih Hilang

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Jum'at 13 Desember 2019 15:04 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 13 18 2141515 gunung-white-island-di-selandia-baru-meletus-enam-mayat-ditemukan-dua-masih-hilang-PAlvHIUsqL.jpg Tim penyelamat mencari korban tewas letusan pulau gunung berapi White Island, Selandia Baru. (Foto/Reuters)

WHAKATANE - Sebuah tim militer Selandia Baru menemukan enam mayat pada Jumat, (13/12/2019) korban White Island yang meletus pada awal pekan ini.

Satu regu penjinak bom yang terdiri atas delapan orang berangkat sebelum fajar dan menghabiskan empat jam di White Island, yang menurut para ahli bisa meletus lagi.

Enam dari delapan mayat di pulau itu berhasil dievakuasi dan dibawa ke kapal patroli angkatan laut untuk dipindahkan ke daratan untuk identifikasi.

"Hari ini fokus mengembalikan korban ke orang yang mereka cintai," ujar Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern melansir Reuters.

"Kami tahu bahwa reuni tidak akan meredakan rasa kehilangan, penderitaan, tetapi kami merasa punya kewajiban yang sangat besar sebagai warga Selandia Baru untuk membawa pulang orang-orang yang mereka cintai ke rumah."

Baca juga: Selandia Baru Impor 120 Meter Persegi Kulit untuk Korban Letusan White Island

Tim tidak dapat menemukan dua jasad yang tersisa karena peralatan pelindung rumit yang mereka butuhkan untuk memperlambat operasi perncarian.

Polisi mengatakan tim penyelam yang dikerahkan di perairan sekitar pulau itu, yang juga dikenal dengan nama Maori-nya Whakaari, belum menemukan apa pun dan akan mencoba lagi pada keesokan harinya.

"Ini belum berakhir," ujar Komisaris Polisi Selandia Baru Mike Bush kepada wartawan.

Gambar-gambar memperlihatkan personel militer yang mengenakan alat bantu pernafasan menjelajahi pulau yang menyerupai bulan ketika perahu karet.

Gunung berapi White Island meletus pada Senin 9 Desember 2019, memuntahkan abu, uap, dan gas ke seluruh pulau. Saat itu ada 47 orang. Mereka turis dari Australia, Amerika Serikat, Jerman, China, Inggris, dan Malaysia.

Sampai sat ini puluhan orang masih dirawat di rumah sakit di seluruh Selandia Baru dan Australia, sebagian besar dengan luka bakar parah. 

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini