nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Petani Alpukat Temukan Struktur Bata Diduga Candi Pra Kerajaan Majapahit

Avirista Midaada, Jurnalis · Jum'at 13 Desember 2019 19:40 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 13 519 2141702 petani-alpukat-temukan-struktur-bata-diduga-candi-pra-kerajaan-majapahit-enCGstcp0o.jpg Penemuan Candi (Foto: Okezone/Avirista)

KOTA BATU - Seorang warga Dusun Pendem, Desa Pendem, Junrejo, Kota Batu tak menyangka bila struktur bangunan bata yang ditemukan saat tengah menggali tanah untuk menanam pohon alpukat ternyata situs bersejarah.

Warga bernama Anton Adiwiboyo (42) menuturkan awalnya ia berencana menggali tanah di sisi timur makam keluarga untuk menanam pohon alpukat. Namun saat menggali ternyata menemukan tumpukan batu bata.

"Nemunya sudah dua atau tiga minggu lalu. Saat itu saya mau menggali tanah ini untuk menanam pohon alpukat. Tapi justru menemukan batu bata menyerupai struktur bangunan," ujar Anton ditemui Okezone, Jumat (13/12/2019).

Anton kemudian berinisiatif melaporkan temuan batu bata ini ke pihak Pemerintah Desa Pendem dan diteruskan ke Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur.

"Di sini memang lokasi punden desa. Tak jauh dari sini juga ditemukan yoni dan arca (Arca Andini). Sebelum tahun 1960-an kata orang tua dulu juga banyak sekali ditemukan di sini," lanjutnya.

Candi

Baca Juga: Susunan Batu Mirip Sisa Candi Ditemukan di Sleman

Di sisi lain guna memastikan apakah struktur bangunan bata yang ditemukan warga merupakan benda bersejarah. BPCB melakukan ekskavasi atau penggalian sejak Kamis hingga Sabtu esok.

Arkeolog BPCB Jawa Timur Wicaksono Dwi Nugroho mengungkapkan dari ekskavasi awal diidentikkan dengan bangunan bersejarah di era sebelum Kerajaan Majapahit.

"Hipotesis kita karena adanya keberadaan yoni dan arca andini kami duga kemungkinan besar ada bangunan candi konsep hindu sebagai pusat pemujaan beragama hindu syiwa, yang terbuat dari batu bata. Bata panjangnya 35 cm, lebar 25 cm, dengan ketebalan 9 cm. Itu identik dengan bangunan pra Majapahit kemungkinan kalau tidak Kediri atau Singosari," jelasnya.

Namun Wicak - panggilan akrabnya belum bisa memastikan secara pasti dari peninggalan kerajaan mana temuan bata yang diduga bangunan bersejarah.

"Sementara ini hipotesisnya dari ukuran bata tinggalan pra-Majapahit. Di hari Sabtu besok dapat gambaran utuh apakah dari Singosari atau bagaimana, termasuk apakah diperpanjang atau tidak ekskavasinya, dan luasan areanya," tukasnya.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini