TEROR ular kobra dialami warga Kota Depok, Jawa Barat. Fenomena kemunculan hewan berbisa ini ke permukiman warga semakin menjadi sorotan karena sudah memakan korban.
Diketahui sudah delapan bocah dilarikan ke rumah sakit karena diggit ular kobra, salah satunya Rifqi Achmad Syaputra yang dipatok hewan berbisa tersebut di teras rumahnya di Jalan Kemiri Jaya, Gang Sepakat, Beji, Tanah Baru, Kota Depok.
Sementara itu Ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU) Kota Depok, Muhtar Said mengatakan, pihaknya menerima beberapa aduan dari warga terkait dengan isu menyebarnya ular kobra. Namun belum ada respons yang membuahkan hasil dari pemerintah setempat.
"Belum ada respons yang siginifikan yang dilakukan oleh Pemkot Depok dalam menangani teror ini. Padahal, dalam hal ini Pemkot memiliki wewenang untuk melakukan tindakan langsung (fietelij handeling) berupa perintah kepada jajarannya supaya melakukan tindakan yang signifikan," ujar Muhtar Said.

Ilustrasi. Foto: Istimewa
Menurutnya, sebenarnya selama ini warga banyak melakukan gotong royong untuk meminimalisir menyebarnya ular kobra di lingkungan mereka. Gotong royong yang dilakukan itu seharusnya dibarengi dengan tindakan Pemkot Depok karena memiliki aparatur yang lengkap.