Pulau Miangas & Marore Dapat Melihat Fase Gerhana Matahari Cincin

Subhan Sabu, Okezone · Sabtu 21 Desember 2019 18:31 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 21 340 2144653 pulau-miangas-marore-dapat-melihat-fase-gerhana-matahari-cincin-E8iLZmYXrK.jpg Foto Istimewa

MANADO - Fenomena alam Gerhana Matahari Cincin (GMC) akan terjadi pada 26 Desember 2019. Hal tersebut disampaikan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sulawesi Utara (Sulut) yang salah satu tupoksinya memberikan informasi dan pelayanan tanda waktu termasuk di dalamnya adalah informasi Gerhana Matahari dan Bulan.

GMC 26 Desember dapat terlihat wilayah di wilayah Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Oman, India, Srilangka, Samudra India, Singapura, Indonesia, Malaysia, dan Samudera Pasifik. GMC ini juga dapat diamati di sedikit Afrika bagian Timur, seluruh wilayah Asia, Samudra India, Australia bagian Utara, dan Samudera Pasifik berupa Gerhana Matahari Sebagian.

Jalur cincin gerhana ini juga akan melewati 25 pusat kota dan kabupaten di 7 provinsi di Indonesia, yaitu Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Timur.

"Adapun pengamat di daerah lainnya akan mengamati GMC 26 Desember 2019 berupa Gerhana Matahari Sebagian dengan magnitudo gerhana tertentu," ujar Kasi Data dan Info BMKG Sulut, Edward H Mengko, Sabtu (21/12/2019).

Di Sulut, Gerhana yang teramati berupa Gerhana Matahari sebagian dengan magnitudo gerhana terentang antara 0,944 di Tahuna hingga 0,870 di Bolaang Uki. 15 kota kabupaten di Sulut akan teramati berupa gerhana matahari sebagian.

 gerhana matahari

Secara umum, gerhana di Sulut akan dimulai pada pukul 12.41 WITA, puncak gerhana terjadi pada pukul 14.28 WITA, dan gerhana akan berakhir pada pukul 15.55 WITA. Durasi gerhana yang teramati di Sulut rata- rata adalah 3 jam 14 menit.

Dua pulau kecil di Sulut juga teramati akan dilewati lintasan Gerahana Matahari Cincin. Kedua Pulau tersebut adalah Pulau Miangas dan Pulau Marore.

"Seluruh wilayah Sulawesi Utara dapat mengamati kejadian gerhana ini. Tetapi khusus fase gerhana cincin, untuk wilayah Sulawesi Utara hanya dapat diamati dari Pulau Miangas dan Pulau Marore," kata Mengko.

Gerhana dimulai saat Kontak Pertama terjadi, yaitu ketika piringan Bulan mulai menutupi piringan Matahari. Seiring berjalannya waktu, piringan Matahari yang tergerhanai akan semakin besar hingga akhirnya seluruh Bulan mulai menutupi piringan Matahari.

Waktu saat peristiwa ini terjadi disebut Kontak Kedua dan akan berakhir saat seluruh piringan Bulan terakhir kali menutupi piringan Matahari, yaitu saat Kontak Ketiga. Waktu dari Kontak Kedua hingga Kontak Ketiga tersebut disebut sebagai Durasi Cincin atau Fase Cincin, yang lama waktunya bervariasi dari satu kota ke kota lainnya.

Puncak keredupannya adalah saat terjadinya Puncak Gerhana, yaitu waktu di tengah-tengah fase cincin ini. Setelah Kontak Ketiga dilalui, piringan Matahari yang tampak tergerhanai akan semakin kecil hingga akhirnya Bulan terakhir kali menutupi piringan Matahari, yaitu saat Kontak Keempat.

Lama waktu dari Kontak Pertama hingga Kontak Keempat disebut sebagai Durasi Gerhana dan lama waktunya bervariasi untuk Pulau Miangas dan Marore dari 3 menit 03 detik hingga 3 menit 31 detik.

Lebih lanjut, Mengko menyarankan kepada masyarakat yang akan melihat fenomena gerhana matahari cincin ini agar menggunakan alat bantu karena dampak melihat tanpa alat bantu ini bahkan dapat menyebabkan kerusakan pada retina mata dan berdampak menyebabkan kebutaan.

"Sehingga disarankan kepada masyarakat untuk untuk dapat mengamati fenomena gerhana matahari cincin 26 Desember 2019 ini menggunakan alat bantu, seperti teleskop, kamera pinhole, kamera DSLR dengan filter cahaya, ataupun dengan kacamata matahari," pungkas Mengko

Pada tahun 2019 ini diprediksi terjadi lima kali gerhana, yaitu:

1. Gerhana Matahari Sebagian (GMS) 5-6 Januari 2019 yang tidak dapat diamati dari Indonesia,

2. Gerhana Bulan Total (GBT) 21 Januari 2019 yang tidak dapat diamati dari Indonesia,

3. Gerhana Matahari Total (GMT) 2 Juli 2019 yang tidak dapat diamati dari Indonesia,

4. Gerhana Bulan Sebagian (GBS) 17 Juli 2019 yang dapat diamati dari Indonesia,

5. Gerhana Matahari Cincin (GMC) 26 Desember 2019 yang dapat diamati dari Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini