Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pulau Miangas & Marore Dapat Melihat Fase Gerhana Matahari Cincin

Subhan Sabu , Jurnalis-Sabtu, 21 Desember 2019 |18:31 WIB
 Pulau Miangas & Marore Dapat Melihat Fase Gerhana Matahari Cincin
Foto Istimewa
A
A
A

Gerhana dimulai saat Kontak Pertama terjadi, yaitu ketika piringan Bulan mulai menutupi piringan Matahari. Seiring berjalannya waktu, piringan Matahari yang tergerhanai akan semakin besar hingga akhirnya seluruh Bulan mulai menutupi piringan Matahari.

Waktu saat peristiwa ini terjadi disebut Kontak Kedua dan akan berakhir saat seluruh piringan Bulan terakhir kali menutupi piringan Matahari, yaitu saat Kontak Ketiga. Waktu dari Kontak Kedua hingga Kontak Ketiga tersebut disebut sebagai Durasi Cincin atau Fase Cincin, yang lama waktunya bervariasi dari satu kota ke kota lainnya.

Puncak keredupannya adalah saat terjadinya Puncak Gerhana, yaitu waktu di tengah-tengah fase cincin ini. Setelah Kontak Ketiga dilalui, piringan Matahari yang tampak tergerhanai akan semakin kecil hingga akhirnya Bulan terakhir kali menutupi piringan Matahari, yaitu saat Kontak Keempat.

Lama waktu dari Kontak Pertama hingga Kontak Keempat disebut sebagai Durasi Gerhana dan lama waktunya bervariasi untuk Pulau Miangas dan Marore dari 3 menit 03 detik hingga 3 menit 31 detik.

Lebih lanjut, Mengko menyarankan kepada masyarakat yang akan melihat fenomena gerhana matahari cincin ini agar menggunakan alat bantu karena dampak melihat tanpa alat bantu ini bahkan dapat menyebabkan kerusakan pada retina mata dan berdampak menyebabkan kebutaan.

"Sehingga disarankan kepada masyarakat untuk untuk dapat mengamati fenomena gerhana matahari cincin 26 Desember 2019 ini menggunakan alat bantu, seperti teleskop, kamera pinhole, kamera DSLR dengan filter cahaya, ataupun dengan kacamata matahari," pungkas Mengko

Pada tahun 2019 ini diprediksi terjadi lima kali gerhana, yaitu:

1. Gerhana Matahari Sebagian (GMS) 5-6 Januari 2019 yang tidak dapat diamati dari Indonesia,

2. Gerhana Bulan Total (GBT) 21 Januari 2019 yang tidak dapat diamati dari Indonesia,

3. Gerhana Matahari Total (GMT) 2 Juli 2019 yang tidak dapat diamati dari Indonesia,

4. Gerhana Bulan Sebagian (GBS) 17 Juli 2019 yang dapat diamati dari Indonesia,

5. Gerhana Matahari Cincin (GMC) 26 Desember 2019 yang dapat diamati dari Indonesia.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement